Apkasi harapkan para bupati jaga ketegasan

id apkasi, mardani H maming, Hipmi, bupati visioner

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Mardani H Maming. ANTARA/Apkasi

Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Mardani H Maming mengharapkan para bupati untuk konsisten menjaga ketegasan dalam setiap langkah dan kebijakannya yang dibuat.

Hal itu disampaikan Mardani dalam pesannya di hari ulang tahun ke-20 Apkasi kepada ANTARA di Banjarmasin, Minggu.

"Kawan-kawan bupati saya minta tegas selalu, pastikan kebijakan jalan untuk kebaikan dan kemakmuran warganya," ucap dia.

Mardani juga ingin muncul lebih banyak sosok bupati yang visioner, punya terobosan membangun daerahnya secara cepat dan tepat. Seperti saat ini, kepala daerah diharapkan dapat membangkitkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.
Baca juga: APKASI ajak daerah bersiap menyambut 'New Normal'
Baca juga: Apkasi: Kepala daerah makin semangat berinovasi


"Junjung selalu kearifan lokal. Jadi pembangunan yang dilaksanakan jangan sampai mengabaikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat," tuturnya.

Ketua Apkasi masa bakti 2015-2020 itupun meyakini bupati visioner bakal mampu memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat. Sehingga roda pembangunan dapat berjalan merata dan berkeadilan.
Mardani H Maming ketika menjabat Bupati Tanah Bumbu periode kedua bersama wakilnya Sudian Noor. (ANTARA/Firman)


Mardani yang merupakan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dua periode sebelum mengundurkan diri tahun 2018 dan kemudian menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) tahun 2019, dikenal sosok muda yang sukses memimpin tanah kelahirannya dengan sederet program inovatif.

Dia banyak membuka peluang investasi di daerah hingga kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotabaru itu kini semakin maju dan berkembang.

Dua bidang yaitu pendidikan dan kesehatan jadi fokusnya kala itu yang menyandang gelar bupati termuda se-Indonesia saat dilantik September 2010 di usia 29 tahun. Di samping menggenjot pembangunan infrastruktur yang masih banyak ketinggalan sebagai daerah pemekaran.
Baca juga: Apkasi siap sukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri

Bagi warga yang ingin berobat, cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tanah Bumbu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit pemerintah.

Mardani juga pelopor wajib belajar 12 tahun, di mana daerah lain bahkan secara nasional saat itu belum menerapkannya. Kemudian meluncurkan program 1.000 guru berprestasi dan menggulirkan program 1.000 Doktor dengan menggandeng Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dalam rangka pemberian beasiswa para dosen Program S3 ke Universitas Airlangga Surabaya.

Pewarta : Firman
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar