Seorang anak tenaga kesehatan di Probolinggo positif COVID-19

id anak perawat positif corona,kasus COVID-19 di probolinggo,jumlah corona probolinggo

Peta sebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo pada 30 Mei 2020 (ANTARA/ HO - Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Seorang anak berusia 7 tahun dan merupakan anak dari seorang perawat atau tenaga kesehatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terkonfirmasi positif COVID-19.

"Anak tersebut merupakan keponakan dari seorang perawat yang ada di Puskesmas Kraksaan dan ibunya juga perawat di Puskesmas Bago, Kecamatan Besuk," kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto di Probolinggo, Minggu.

Anak laki-laki berusia 7 tahun asal warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan yang terinfeksi COVID-19 tersebut diduga tertular dari bibinya yang lebih dulu terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

"Yang bersangkutan mengikuti tantenya yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif COVID-19, namun kami akan perdalam lagi barangkali ada tambahan-tambahan kontak erat dengan siapa saja," tuturnya.

Baca juga: Seorang anak 8 tahun di Gorontalo positif COVID-19

Baca juga: Bocah 8 tahun di Tanjungpinang positif COVID-19


Ia menjelaskan untuk penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas masuk dalam klaster apa, tetapi karena anak tersebut kontak erat dari tenaga kesehatan maka pihak Gugus Tugas memasukkannya dalam klaster tenaga kesehatan.

"Alhamdulillah untuk kondisinya sehat dan saat ini yang bersangkutan sudah dilakukan isolasi di rumah sehat Kabupaten Probolinggo," katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo tercatat jumlah warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 90 orang dengan rincian 33 orang masih dirawat, 55 orang sudah dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil swabnya negatif, dan dua orang meninggal dunia.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang dengan keterangan enam orang dalam pengawasan, 35 orang selesai diawasi dan 18 orang meninggal dunia.

Sedangkan orang dalam pemantauan ODP) sebanyak 467 orang dengan keterangan 56 orang dalam pemantauan, 406 orang selesai dipantau dan lima orang meninggal dunia.

Baca juga: Bocah laki-laki satu tahun di Mimika masuk kategori PDP

 

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar