Operasional kios Pasar Jangkrik akan dibatasi aturan ganjil-genap

id Pasar Jangkrik, normal baru, Jaktim, ganjil genap

Petugas Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur menyampaikan sosialisasi kepada pedagang terkait mekanisme ganjil-genap dalam rangka pencegahan COVID-19, Sabtu (13/6/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Operasional kios di Pasar Jangkrik Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, akan dilakukan pembatasan mengikuti peraturan ganjil-genap menyesuaikan tanggal dengan nomor lapak.

"Kios nomor ganjil buka di tanggal ganjil, sedangkan kios bernomor genap buka pada tanggal genap," kata Lurah Pisangan Baru, Tuti Sugihastuti, di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Delapan pasar tradisional di Jakarta jadi sumber penularan COVID-19

Kebijakan itu diterapkan dalam rangka memperkecil potensi penularan COVID-19 kepada pedagang maupun konsumen selama masa transisi.

Tuti mengatakan sekitar 200 kios pedagang akan dibagi menjadi 100-an pedagang per hari yang akan buka melayani pembeli.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat mengurai kerumunan dari  konsumen.

Baca juga: Pasar Serdang tutup sementara mulai Senin depan

"Kita sudah koordinasi bersama Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Jakarta Timur, suratnya akan segera dikeluarkan," kata Tuti.

Selain itu petugas keamanan di lokasi pasar juga akan memberlakukan sistem satu pintu dalam rangka mengecek kondisi kesehatan masyarakat yang datang.

Baca juga: Pasar Jaya tutup pasar tiga hari jika ada pedagang positif COVID-19

Pengecekan kesehatan akan menggunakan thermo gun serta pemberian masker maupun penyediaan fasilitas cuci tangan.

"Sistem ganjil genap diberlakukan sesuai dengan ketentuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta bagi pasar tradisional di Jakarta," katanya.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar