Luhut ajak pemda gotong royong sukseskan Bangga Buatan Indonesia

id Luhut binsar pandjaitan, bangga buatan indonesia, gerakan nasional bangga buatan indonesia, peran pemda, umkm, stimulus umkm, digitalisasi, umkm onlin

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk bergotong rotong menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Dalam Webinar Nasional terkait Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, Luhut mengatakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia mendorong masyarakat Indonesia untuk membeli produk dalam negeri.

"Ada survei perubahan di dunia pasca COVID-19 ini yaitu membuat rasa kebangsaan itu meningkat sekali. Jadi kalau tadinya kita bicara tentang globalisasi, orang mungkin sekarang sudah bicara deglobalisasi. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia guna menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri," katanya.
Baca juga: COVID-19 dorong Indonesia tingkatkan kemandirian produksi barang

Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Survey Fortune 500 CEOs menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi berpendapat bahwa pandemi Covid-19 akan mempercepat transformasi teknologi suatu organisasi.

Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan untuk berperan aktif dalam mendorong belanja daerah dan meningkatkan jumlah unit UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

"Peran pemda dalam gerakan ini bisa jadi akselerator transformasi digital untuk memperluas akses pasad dengan penjualan produk dan jasa UKM," katanya sambil mengingatkan pemda untuk menyiapkan pelatihan hingga bantuan lain dan modal kerja.
Baca juga: Indonesia segera produksi mandiri alat tes COVID-19 dan ventilator

Luhut menambahkan, sejak diluncurkan oleh Presiden Jokowi Mei lalu, gerakan nasional tersebut terus mendapat tambahan sekitar 500 ribu UMKM yang masuk ke ekosistem digital, dan ditargetkan bisa mencapai angka 2 juta UMKM hingga akhir tahun.

"UMKM yang masuk dalam ekosistem digital mengalami peningkatan penjualan berkali lipat hingga lebih dari 2000 persen. Jadi untuk Bapak Gubernur dan semuanya, perlu memberikan perhatian lebih dan harus aktif menjaring lebih banyak lagi unit UMKM, karena ini tentu akan menguntungkan masyarakat kita,” tambah Luhut.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan saat ini muncul rasa nasionalisme baru untuk memajukan dan menyelamatkan negara dan bangsanya sendiri.

"Apa yang terjadi pada kondisi yang saat ini, ternyata bangsa kita mampu membuat ventilator sendiri, masker buatan rakyat yang itu pun luar biasa. Kita harus kembangkan ini," katanya.
Baca juga: Indonesia siap ikut produksi vaksin COVID-19 bersama ASEAN-China

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga menekankan bahwa Gerakan Bangga Buatan Indonesia harus melibatkan daerah. Oleh karena itu pihaknya telah melakukan koordinasi serta melakukan berbagai langkah agar seluruh daerah di Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam Gerakan Nasional BBI ini.

Turut hadir dalam webinar ini yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas dan SDM Kemenko Bidang Perekonomian Mira Tayyiba serta para peserta yaitu pelaku UMKM yang terhubung dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca juga: Menperin: Produk Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Baca juga: Kominfo dukung gerakan Bangga Buatan Indonesia

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar