Bursa Australia dibuka jatuh, saham-saham perusahaan minyak anjlok

id saham Australia,harga minyak,indeks asx 200,indeks all ordinaries,bursa saham

Ilustrasi: Bendera Australia dan bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, dengan saham-saham sektor energi anjlok sekitar tiga persen dan bank-bank juga sangat membebani pasar.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 65,50 poin atau 1,10 persen pada 5.900,20 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 69 poin atau 1,13 persen pada 6.012,60 poin.

Kerugian tersebut mengikuti kekhawatiran di luar negeri tentang peningkatan tingkat infeksi COVID-19 yang mengguncang pasar global menjelang pembukaan pasar lokal.

"Peningkatan infeksi COVID-19 dan tingkat rawat inap di AS meningkatkan kekhawatiran akan kuncian lebih lanjut, dan sangat membebani perdagangan semalam. Indeks-indeks Eropa dan AS merosot serta minyak mentah turun tajam 5,5 persen," kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets Michael McCarthy.

Penurunan harga minyak mengejutkan saham-saham energi lokal yang jatuh hampir tiga persen. Namun, bank-bank besar kelas berat juga memberikan kontribusi terbesar terhadap kemerosotan keseluruhan, dengan keuangan turun lebih dari dua persen.

Baca juga: Minyak anjlok saat stok AS capai rekor baru dan kasus corona meningkat

Sementara itu, perawatan kesehatan dan kebutuhan pokok melambung dengan raksasa biomedis CSL, yang memiliki rencana untuk memproduksi vaksin COVID-19, terangkat 1,63 persen pada awal perdagangan.

Juga maskapai nasional Qantas menghentikan perdagangan setelah mengumumkan akan memangkas 6.000 pekerja, menyusul pelarangan berkepanjangan yang disebabkan oleh COVID-19.

Di bidang keuangan, saham Commonwealth Bank turun 1,59 persen, National Australia Bank turun 2,16 persen, Westpac Bank turun 2,16 persen dan ANZ turun 2,07 persen.

Saham-saham pertambangan merosot dengan BHP turun 1,42 persen, Rio Tinto turun 0,98 persen, Fortescue Metals turun 1,55 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,65 persen.

Saham produsen-produsen minyak dan gas negara itu anjlok dengan Oil Search turun 3,80 persen, Santos turun 2,80 persen dan Woodside Petroleum turun 2,18 persen.

Saham supermarket terbesar Australia menguat dengan Coles naik 0,54 persen dan Woolworths naik 0,55 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra merosot 0,48 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas tidak berubah dan perusahaan biomedis CSL menguat 1,63 persen.

Baca juga: Saham Australia berakhir lebih tinggi didorong sektor teknologi

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar