Wall Street sebagian besar dibuka jatuh, dipicu data pengangguran AS

id wall street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq

Dokumentasi - Pialang di lantai New York Stock Exchange (NYSE) jelang penutupan perdaganan bursa saham di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di New York, AS (20/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.

New York (ANTARA) - Sebagian besar saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada pembukaan perdagangan, Kamis pagi waktu setempat, karena pasar mencerna laporan suram lainnya mengenai klaim pengangguran, di tengah kekhawatiran akan kebangkitan kasus baru Virus Corona di seluruh negeri itu.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 90,98 poin atau 0,36 persen ke 25.354,96.

Indeks S&P 500 turun 5 poin atau 0,16 persen menjadi 3.045,33, namun Indeks Komposit Nasdaq bertambah 4,26 poin atau 0,04 persen menjadi 9.913,43.

Pergerakan itu muncul karena data menunjukkan jumlah orang Amerika Serikat yang mencari tunjangan pengangguran lebih tinggi daripada yang diperkirakan selama seminggu berturut-turut di tengah pandemi COVID-19.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis bahwa klaim pengangguran awal di AS mencapai1,48 juta pada minggu yang berakhir 20 Juni, menyusul revisi naik 1,54 juta pada minggu sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan hanya 1,35 juta klaim awal.

Sementara itu infeksi baru Virus Corona terus meningkat di Amerika Serikat, menimbulkan pertanyaan tentang pemulihan cepat dari pandemi.

Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins, Kamis pagi waktu setempat, melaporkan lebih dari 2,38 juta orang terkonfirmasi positif COVID-19 di AS, dengan hampir 122.000 kematian.

Saham-saham di AS ditutup melemah tajam pada hari Rabu (24/6) dengan semua indeks utama turun lebih dari dua persen karena aksi ambil untung di tengah kekhawatiran virus dan ekonomi.

Baca juga: IHSG Kamis sore terkulai, jatuh 68,01 poin dipicu proyeksi negatif IMF

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar