Kemarin, krisis ekonomi-kesehatan hingga dana desa atasi COVID-19

id Masker jatim,covid jatim,Presiden jokowi,dana desa,humaniora kemarin

Presiden Jokowi (tengah) saat melalukan kunjungan kerja memantau percepatan penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/06/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Jatim/FA)

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa terjadi di Indonesia pada Kamis (25/6) mulai dari Presiden mengingatkan warga miliki perasaan sama terkait krisis ekonomi-kesehatan hingga Dana Desa hadir untuk atasi dampak COVID-19 di desa. Berikut sajian berita kesejahteraan rakyat (kesra) yang dirangkum LKBN ANTARA.

1. Presiden ingatkan warga miliki perasaan sama krisis ekonomi-kesehatan

Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh warga di Tanah Air agar memiliki perasaan sama bahwa saat ini sedang menghadapi krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Selengkapnya baca di sini

2. Kota Pangkalpinang Babel sudah nihil pasien COVID-19

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan di kota tersebut sudah tidak ada atau nihil pasien COVID-19 karena semua telah dinyatakan sembuh.

Selengkapnya baca di sini

3. Pengendalian COVID-19 di Jatim, Presiden Jokowi beri waktu dua pekan

Presiden Joko Widodo memberi waktu dua pekan untuk pengendalian COVID-19 di Provinsi Jawa Timur sehingga angka kasusnya bisa semakin menurun.

Selengkapnya baca di sini

4. Presiden minta gugus tugas kirim masker sebanyak-banyaknya ke Jatim

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat mengirim masker sebanyak-banyaknya ke Jawa Timur untuk membantu pengendalian penularan virus corona di wilayah setempat.

Selengkapnya baca di sini

5. Mendes: BLT Dana Desa hadir untuk atasi dampak COVID-19 di desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hadir untuk menangani dampak wabah COVID-19 di desa, sehingga penyalurannya akan berakhir ketika wabah dan dampak dari pandemi itu telah berhenti.

Selengkapnya baca di sini

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar