Penguatan narasi lokal industri perfilman Indonesia didorong Kemdikbud

id industri perfilman,kemdikbud,narasi lokal,kearifan lokal,Ahmad Mahendra

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Ditjen Kebudayaan Kemdikbud Ahmad Mahendra. (FOTO ANTARA/ Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong penguatan narasi lokal dalam industri perfilman Indonesia untuk mengangkat kearifan lokal.

"Kita ada satu program penguatan narasi lokal melalui program Indonesiana Film yang mengangkat cerita kearifan lokal," kata Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Ditjen Kebudayaan Kemdikbud Ahmad Mahendra dalam seminar virtual bertema  "Desa Global Menyikapi Persaingan Global dan Transformasi Baru", di Jakarta, Kamis.

Untuk memudahkan riset produksi film untuk mengangkat narasi lokal, Kemdikbud bekerja sama dengan 20 pemerintah daerah di awal 2020 untuk menyelenggarakan loka karya dengan melibatkan penulis narasi film langsung dari Hollywood, Amerika Serikat.

"Kita kerja sama di pemerintah daerah untuk mengangkat cerita-cerita lokal," katanya.

Dia mengatakan film dengan narasi lokal selain untuk memromosikan kearifan lokal juga dapat meningkatkan perekonomian di daerah setempat di mana lokasi film dapat menjadi destinasi wisata seperti pada film "Lord of the Rings" dan "Laskar Pelangi".

Dia berharap "Baliwood Land" dapat mengangkat cerita-cerita lokal dari Provinsi Bali.

"Kalau produk kreatifnya sudah kelihatan tetapi perlu diimbangi bahwa dia bagian untuk mengangkat cerita lokal," ujarnya.

Selain itu, Kemdikbud juga fokus pada pengembangan desa melalui pemajuan kebudayaan.

"Mulai tahun ini kita di Ditjen Kebudayaan ada riset tentang pemajuan kebudayaan," katanya.

Dia mengatakan dengan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kemdibud bisa bersama-sama menguatkan bidang kebudayaan untuk pengembangan desa.

"Nanti ada keunikan masing-masing, saya pikir film adalah salah satu contohnya bisa masuk ke dalam itu. Ciri khas lokal yang kita kembangkan masing-masing sehingga desa-desa berdaya, ujungnya kesejahteraan sehingga mereka mandiri," demikian Ahmad Mahendra.

Baca juga: Kemdikbud ingin HFN jadi momentum pemajuan film Indonesia

Baca juga: UMY dapatkan hibah bioskop keliling dari Kemdikbud

Baca juga: Kemdikbud: film Indonesia diperhitungkan di luar negeri

Baca juga: Peringati Hardiknas, Kemdikbud putar film serentak di 34 provinsi

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar