Rektor ITB: PTTI berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia

id itb,100 ptti

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Reini Wirahadikusumah. (ANTARA/HO/Dok Humas ITB)

Bandung (ANTARA) - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Reini Wirahadikusumah mengatakan, di sepanjang perjalanannya yang telah mencapai usia 100 tahun, Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia atau PTTI telah mengambil peranan penting dalam mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dalam waktu dekat akan memasuki usia 75 tahun.

Cikal bakal dari PTTI, kata Rektor ITB, Sabtu, dalam siaran pers Humas ITB, adalah sebuah Sekolah Tinggi Teknik di Bandung (Technische Hoogeschool te Bandoeng, THB), yang didirikan di era pemerintahan Hindia Belanda pada 3 Juli 1920.

“Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia kini telah mengalami perkembangan secara pesat, dan telah tersebar di Nusantara. Pada hari ini telah terdapat lebih dari 1.300 institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program-program studi di bidang-bidang keteknikan yang di antaranya adalah institusi swasta," kata dia.

Baca juga: Empat pesan Presiden untuk Forum Rektor Indonesia

Walaupun sudah besar dari segi kuantitas, ke depan, kata Prof Reini, pihaknya masih perlu terus-menerus meningkatkan kualitas dan kapabilitas, sehingga PTTI dapat memberikan sumbangsih yang semakin berarti bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, ITB adalah PTTI yang pertama dan nilai luhur in harmonia progressio yang dipegang oleh ITB telah mengawal ITB dalam melalui berbagai ujian dan tantangan, dan menghantarkan ITB menjadi sebuah PTTI yang membanggakan, yang telah memberikan banyak sumbangsih bagi nusa dan bangsa, dan dihormati di dunia.

Penghargaan yang tinggi perlu diberikan kepada para pendiri ITB serta para pelaku sejarah ITB, yang telah berkomitmen kuat dalam menjaga nilai luhur tersebut.

“Sebagai PTTI yang pertama, dan oleh karenanya juga yang tertua, ITB mengemban amanah untuk selalu berada di depan, guna menghela PTTI dalam menjawab tantangan-tantangan yang telah diuraikan terdahulu," kata dia.

Baca juga: Wapres terima Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa

Untuk menjalankan peran tersebut dengan efektif, ITB akan melanjutkan komitmen untuk excellent dalam pengajaran yang lebih multi dan lintas disiplin, pengabdian masyarakat yang semakin relevan dengan masalah lokal dan nasional, penelitian yang lebih kolaboratif, dengan berfokus pada penguatan ekosistem inovasi, untuk mendukung daya saing bangsa.

Prof Reini mengatakan transformasi sistem pengelolaan institusi adalah prasyarat untuk memperkokoh pondasi, agar ITB dapat bergerak lebih cepat demi menggapai cita-cita di abad mendatang.

Nilai in harmonia progessio perlu senantiasa kita pelihara untuk menghantarkan ITB ke masa depan, dengan atribut ‘locally relevant, globally respected’.

Tile Naming"

Sementara itu, dalam rangka peringatan 100 tahun ITB, Majelis Wali Amanat (MWA) ITB mencanangkan Program Satu Abad Satu Triliun (1A1T) untuk Dana Lestari ITB yang dikelola oleh BPUDL ITB.

Didukung Salam Ganesha, yaitu gabungan alumni muda yang berdedikasi untuk melaksanakan kampanye, sosialisasi penggalangan dana dilakukan dengan cara kreatif, yaitu menggunakan platform digital dan memanfaatkan media sosial untuk mengajak para philanthropy berkontribusi dalam pengembangan ITB.

Dalam periode Januari hingga Maret 2020, telah terhimpun komitmen dana dari beberapa alumni sebesar Rp9.51 miliar dari 59 donatur.

Sebagai bentuk penghargaan bagi para donatur, ITB bersama Salam Ganesha menggagas kegiatan pemasangan tile naming atau pemasangan nama-nama donatur di fasilitas bersama kampus dengan mencantumkan nama-nama donatur tertentu di area Rotunda ITB.

Proses pemasangan tile naming batch-1 telah selesai dilakukan pada Kamis, 18 Juni 2020 dengan biaya sebesar Rp490 juta. Biaya tersebut meliputi biaya perancangan, kontruksi, renovasi area, dan penataan ulang taman rumput di sekitar Rotunda.

Tile naming tersebut akan diresmikan oleh Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah, Ph.D dan turut dihadiri pula oleh Sekretaris Institut Prof Dr-Ing Ir Widjaja Martokusumo, Kepala BPUDL ITB Deddy Priatmodjo Koesrindarto, PhD, Direktur Sarana dan Prasarana ITB Dr Herto Dwi Ariesyady, ST, MT, dan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Dr Naomi Haswanto, M Sn.

Baca juga: Presiden: Kontribusi ITB bagi kemajuan bangsa dinantikan

Abad Baru ITB

Mengangkat tema Inovasi ITB Abad Baru bagi Kemajuan Indonesia, Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Ir Yani Panigoro MM mengajak semua pihak untuk merenungi perjalanan 100 tahun ITB, dalam rangka bersiap menyongsong ITB di abad baru.

"Perjalanan 'ITB di Abad Baru Bagi Indonesia Maju’ kita mulai hari ini. Ibarat roda, kita telah berputar memasuki era baru pada 100 tahun usia kampus kita. Hari ini kita bukan sedang meramal apa yang akan terjadi untuk ITB 100 tahun di masa depan, hari ini, kita membuat fondasi berikutnya yang lebih kokoh dengan perencanaan yang lebih cermat, untuk perjalanan ITB yang lebih hebat, seratus tahun ke depan,” ujar Yani Panigoro.

Baca juga: Ventilator buatan ITB-Unpad-Salman ITB diserahkan ke Kemenkes
Baca juga: Presiden Jokowi minta sesama perguruan tinggi saling membantu
Baca juga: Presiden Jokowi: Kuliah daring jadi "next normal"

 

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar