Foodbank - Danone bantu pengelola kantin sekolah

id kantin sekolah

Anak sekolah sedang jajan di kantin pada masa sebelum ada pandemi (ANTARA/HO-Foodbank)

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Foodbank of Indonesia) dan Danone Ecosystem Fund menjalin kerja sama membantu pengelola kantin sekolah yang mengalami kesulitan akibat tidak dapat beraktivitas selama wabah virus corona (COVID-19).

Ketua Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Foodbank of Indonesia) Wida Septarina Wijayanti mengatakan kegiatan belajar dari rumah yang telah berjalan lebih dari tiga bulan membuat pengelola kantin sekolah kehilangan penghasilan karena tidak bisa berjualan.

"Tidak adanya aktivitas tatap muka di sekolah telah memberikan dampak ekonomi bagi para penggiat kantin yang sebagian besar dari kalangan ibu rumah tangga," kata Septarina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Septarina mengatakan perlunya ibu-ibu pengelola kantin mendapat dukungan agar bisa bangkit kembali setelah wabah virus corona ini berakhir dengan menyajikan makanan sehat kepada anak-anak.

Baca juga: 84,30 persen kantin sekolah belum sehat

Kondisi ini, jelas Septarian, pihaknya memberikan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar kepada 234 pengelola kantin yang tergabung dalam Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju.

Dukungan, jelas Septarian diberikan melalui pembinaan dalam hal modal usaha, pengelolaan usaha, edukasi nutrisi, dan bantuan lain agar para ibu dapat terus menyediakan makanan sehat kepada anak-anak, dimulai dari keluarga mereka di rumah dan lingkungan sekitar.

Terkait bantuan itu, salah satu pengelola kantin, Sriyati mengatakan sangat bersyukur karena sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga juga modal usaha.

Sebelumnya, program Kantin Sekolah Generasi Maju dimulai pada November 2010 dengan nama Warung Anak Sehat. Hingga 2018, program ini telah memberdayakan 350 ibu kantin dan 72 persen di antaranya mendapatkan peningkatan pendapatan sebanyak lebih dari 50 persen.

Baca juga: Pakar: Kebersihan kantin sekolah diperhatikan cegah penyakit menular

Selain itu, kenaikan pendapatan yang diperoleh para ibu pengelola kantin ini juga telah memberikan manfaat kepada 1.092 anggota keluarganya. Beberapa tahun terakhir, edukasi kepada ibu pengelola kantin fokus kepada diskusi, forum berbagi pengalaman, dan edukasi melalui digital, serta pendampingan tatap muka.

Julie Jones, Marketing Director Danone Specialized Nutrition Indonesia mengatakan sejak tahun 2010, pihaknya rutin membina ratusan pengelola kantin di sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia, mulai dari edukasi pengelolaan keuangan hingga pemberian gizi seimbang menu makan di kantin.

"Dengan berkurangnya kegiatan belajar mengajar di sekolah, penghasilan para pengelola kantin juga menurun. Sehingga, kami bekerjasama dengan para mitra untuk membantu penggiat kantin sehat," katanya.

Pengelola kantin memiliki peran besar dalam menyediakan pilihan asupan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar anak-anak di sekolah. Di antara 234 anggota ibu pengelola kantin yang aktif, 99 persen di antaranya mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi.

Baca juga: Badan POM dorong sekolah miliki kantin sehat

Padahal, ibu pengelola kantin tidak hanya berperan kepada kesehatan anak-anak di sekolah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak dan keluarga masing-masing di rumah.

Julie juga mengungkapkan program bantuan ini diberikan selama tiga bulan agar selama periode itu memberikan manfaat bagi pengelola kantin selama wabah COVID-19.

Pewarta : Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar