Pasien positif COVID-19 bertambah 14 orang asal Morotai

id COVID-19,maluku utara

Tabel perkembangan COVID-19 di Maluku Utara per Selasa, 7 Juli 2020. (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan, berdasarkan pemeriksaan laboratorium PCR BBLK Makassar sebanyak 50 spesimen dan sebanyak 14 orang dinyatakan positif berasal dari Kabupaten Pulau Morotai.

"Penambahan 14 orang pasien positif baru asal Kabupaten Pulau Morotai, maka untuk Malut sampai hari ini, pasien positif menjadi 967 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr Alwia Assagaf di Ternate, Selasa.

Olehnya itu, kata Alwia, dengan adanya penambahan 14 pasien positif baru, maka mereka disebut sebagai pasien 954 sampai pasien 967.

Baca juga: Sebanyak 123 karyawan PT NHM sembuh dari COVID-19

Baca juga: Angka pasien sembuh di Malut tertinggi di Kepulauan Sula


Selain itu, berdasarkan pemeriksaan melalui laboratorium BBLK Makassar dengan hasil negatif untuk kedua kali berturut-turut, maka dinyatakan sembuh satu orang, yakni pasien 594 berinisial NIK asal Kota Ternate, sehingga pasien sembuh secara keseluruhan di Malut bertambah menjadi 124 orang dan meninggal dua sebanyak 32 orang.

Alwia menambahkan hari ini untuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) 1.423 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 85 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 47 orang.

Untuk pemeriksaan tes cepat sampai hari ini sudah 12.470 orang dan didapatkan 1.231 orang reaktif dan 11.220 orang dengan hasil tes cepat non reaktif.

Dia menambahkan sebanyak 44 orang menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie Ternate, 23 orang diantaranya kasus positif COVID-19 dan 21 orang ODP serta karantina di Sahid Hotel sebanyak 72 orang dengan rincian 68 pasien terkonfirmasi positif, satu orang PDP dan dan tiga orang berstatus OTG.*

Baca juga: Bertambah 40 orang, positif COVID-19 di Maluku Utara naik 383 kasus

Baca juga: Polda Maluku Utara gandeng pers salurkan bantuan beras

Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar