Kemenperin implementasikan industri 4.0 di IKM logam

id Industri 4.0,IKM Logam,aa

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih (kedua kiri) meninjau Industri Kecil Menengah (IKM) cangkul di kawasan CV. Netral Jaya Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/12/2019). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian berupaya mengimplementasikan sistem industri 4.0 pada Industri Kecil Menengah (IKM) sektor logam milik PT Sinar Mulia Teknalum.

“Salah satu bukti nyata kami mendorong sektor IKM melakukan implementasi industri 4.0 adalah dengan pendampingan proyek percontohan kepada PT. Sinar Mulia Teknalum selaku IKM logam,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Gati menjelaskan, pemanfaatan industri 4.0 di PT. Sinar Mulia Teknalum diterapkan melalui penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).

“Implementasi sistem ini akan memudahkan dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya perusahaan serta mengintegrasikan semua divisi di dalam perusahaan,” tuturnya.

Selain itu, sistem ERP memungkinkan bagi perusahaan melakukan perencanaan produksi dengan lebih mudah, mendapatkan informasi efisiensi proses produksi, mengevaluasi kapasitas mesin, dan efektivitas tenaga kerja di lapangan.

“Hal ini berguna bagi IKM untuk dapat melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap proses-proses yang belum efisien dan melihat ketercapaian visi dan misi perusahaan sebagai bentuk pemenuhan standar ISO 9001:2015,” papar Gati.

Lebih lanjut, aplikasi ERP bisa menjadi salah satu solusi bagi pelaku usaha karena keuntungan yang didapat, antara lain memberikan informasi dengan waktu respons yang cepat, meningkatkan interaksi antar bagian dalam suatu organisasi, dan meningkatkan pengelolaan siklus pemesanan barang.

“Jadi, sistem ERP ini adalah sebuah sistem software yang dibutuhkan oleh setiap pengusaha, termasuk sektor IKM untuk bisa lebih mengembangkan bisnis dan usahanya secara profesional dan tepat guna, yang dapat mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses bisnis,” imbuhnya.

Gati menyampaikan, pendampingan proyek percontohan implementasi industri 4.0 di PT Sinar Mulia Teknalum, juga berkolaborasi dengan startup dari PT Arkana Solusi Digital sebagai salah satu pemenang Startup4Industry yang telah mengintegrasikan sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada modul ERP berbasis Oodo.

“Pada kondisi awal sebelum pendampingan pilot project ini, PT. Sinar Mulia Teknalum masih melakukan proses bisnis manual. Mulai dari proses pembelian bahan baku, penyimpanan inventaris, proses produksi, hingga proses penjualan dan pencatatan laporan keuangan,” sebutnya.

Proses manajemen perusahaan yang masih dilakukan secara manual tersebut, bukan saja membuat manajemen kehilangan kontrol perusahaan secara real time dan berkesinambungan. Tetapi proses manajemen secara manual ini juga menghadirkan permasalahan-permasalahan operasional yang cukup menyulitkan perusahaan.

“Namun, setelah dilakukan pendampingan, kini PT Sinar Mulia Teknalum telah mampu menjalankan perusahaannya dengan menggunakan sistem manajemen secara digital. Sehingga permasalahan-permasalahan yang timbul sebelumnya, dapat diselesaikan oleh perusahaan,” ungkap Gati.

Bahkan, PT Sinar Mulia Teknalum lebih mudah dalam membuat perencanaan dan pengelolaan sumber daya perusahaan, dapat mengintegrasikan semua divisi di dalam perusahaan, mendapatkan informasi efisiensi proses produksi, mengevaluasi kapasitas mesin, dan efektivitas tenaga kerja di lapangan.

“Mereka kini juga lebih mudah dalam melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap proses-proses yang belum efisien dan melihat ketercapaian visi dan misi perusahaan, sebagai bentuk pemenuhan standar ISO 9001:2015,” katanya.

Baca juga: Kemenperin jajaki peluang pasar IKM logam otomotif
Baca juga: Pandemi COVID-19 gerogoti IKM logam hingga elektronika


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar