Korban banjir bandang Entikong perbatasan RI-Malaysia dipasok bantuan

id BPBD Sanggau,Kalbar,pasok bantuan,sembako,korban banjir bandang,Entikong

Warga korban banjir bandang yang menerjang dua dusun di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kamis (9/7/2020) dini hari sedang membersihkan rumahnya. (FOTO ANTARA/HO-Istimewa)

Sanggau, Kalbar (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat memberikan bantuan logistik berupa sembako dan perlengkapan lainnya bagi korban banjir bandang di dua dusun Desa Nekan, Kecamatan Entikong, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
 
"Kami sudah meninjau langsung kondisi masyarakat di Desa Nekan, Entikong usai banjir bandang, kondisi rumah dan fasilitas umum sangat memrihatinkan, untuk sementara kami sudah memberikan bantuan logistik kepada masyarakat," kata Kepala BPBD Sanggau Siron, saat dihubungi ANTARA di Sanggau, Kamis.
 
Ia menjelaskan bantuan logistik yang disalurkan itu berupa  beras 100 kg, makanan siap saji, mie instan empat kardus, gula 100 kg, selimut serta perlengkapan lainnya.
 
Menurut dia pada Rabu (9/7) malam sekitar pukul 23. 10 WIB BPBD Sanggau dan tim reaksi cepat berada di lokasi banjir bandang dan meminta warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
 
Kemudian, pada Kamis dini hari pukul 01.10 WIB kondisi air surut sehingga ada warga yang kembali ke rumah masing - masing untuk melihat harta benda dan membersihkan puing - puing serta kotoran akibat banjir bandang.
 
" Banyak warga yang tidak dapat menyelamatkan harta benda akibat banjir bandang yang secara tiba - tiba menimpa lokasi pemukiman itu, terutama banyak hewan peliharaan dan ternak yang hanyut dibawa air serta hasil bumi berupa sahang dan karet," katanya.
 
Ia menegaskan masyarakat korban banjir bandang masih sangat mengharapkan bantuan pemerintah maupun pihak lainnya untuk meringankan beban masyarakat.
 
BPBD Sanggau sudah mengumpulkan para aparat desa setempat untuk memberikan arahan dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai bencana alam.
 
" Dalam peristiwa itu memang tidak ada korban jiwa, namun warga tidak sempat menyelamatkan harta benda," katanya.
 
Banjir bandang di Dusun Gramajaya dan Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau tersebut dikarenakan curah hujan tinggi dari pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB.

Akibatnya, aliran sungai meluap dan mengakibatkan banjir bandang dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter, demikian Siron.

Baca juga: Banjir bandang terjang Entikong perbatasan Indonesia-Malaysia

Baca juga: Jembatan di Entikong putus akibat banjir bandang

Baca juga: Tim gabungan 'rapid test' 14 TKI dari Malaysia di Kabupaten Sanggau

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar