Menteri Edhy: Gudang pendingin bisa tekan praktik tengkulak ke nelayan

id cold storage,stok ikan,nelayan,kkp

Fasilitas "cold storage" atau gedung pendingin berkapasitas 1.000 ton di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. ANTARA/HO-Dokumentasi KKP

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan, pembangunan gudang pendingin atau cold storage ke depannya bisa menekan praktik tengkulak karena nelayan bisa menyimpan stok ikan tangkapannya lebih awet.

"Kalau koperasi bisa menampung ikan dari nelayan, tentu tengkulak susah untuk masuk. Makanya sistem pendaratan ikan yang dibangun harus bener-bener clear dulu. Untuk mendukung kita perlu gudang pendingin," kata Edhy Prabowo dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Edhy mengakui pentingnya keberadaan sistem rantai dingin untuk menjaga kualitas dan harga ikan agar tetap stabil. Keberadaan gudang pendingin sekaligus menekan praktik tengkulak yang merugikan nelayan.

Selain itu, ujar dia, nelayan dan kalangan masyarakat pesisir lainnya diharapkan pula untuk memanfaatkan dana KUR dan BLU yang jumlahnya triliunan rupiah, karena dana tersebut dapat digunakan sebagai modal usaha.

"BLU (Badan Layanan Umum) itu tidak perlu agunan. Agunannya ya aktivitas perikanan bapak ibu. Yang penting aktivitasnya jalan. Kami mendorong teman-teman nelayan, pembudidaya untuk produktif," ucapnya.

Menteri Edhy juga mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan, salah caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke laut.

Selama beberapa hari terakhir, Edhy Prabowo mengitari pesisir untuk bertemu langsung para nelayan Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Indramayu, Cirebon, Tegal menjadi tiga wilayah pertama yang disambangi Menteri Edhy dalam kunjungan kerja lima harinya di Pulau Jawa dari 6 hingga 10 Juli 2020.

Untuk mengatasi persoalan pendangkalan di Pantura, Edhy mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Pasalnya, problem tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri oleh KKP.

"Dengan dua menteri ini sudah kami berkomunikasi. Tidak ada masalah, mereka minta datanya di mana saja," ungkap Edhy.

Bahwa pendangkalan, kata Edhy tidak hanya terjadi di Pulau Jawa saja melainkan di wilayah lain di Indonesia, sehingga penyelesaiannya akan dilakukan secara menyeluruh, berkolaborasi dengan kementerian terkait.

Baca juga: KKP dorong inovasi gudang pendingin portabel untuk nelayan-pembudidaya
Baca juga: KKP - Perinus jajaki kerja sama pengelolaan gudang pendingin

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar