Harga cpo di Jambi naik, menjadi Rp7.070 per kilogram

id harga cpo,kelapa sawit,minyak kelapa sawit,aa

Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Muara Sabak Barat, Tajungjabung Timur, Jambi, Jumat (10/7/2020). Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat permintaan produk sawit dunia mulai bergerak naik yang ditandai naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) pada Juli 2020 menjadi 662 dolar AS per metrik ton dibandingkan bulan sebelumnya yakni 569 dolar AS. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pras/aa.

Jambi (ANTARA) - Harga minyak sawit mentah (CPO) di Provinsi Jambi pada periode 10-16 Juli 2020 mengalami kenaikan Rp20 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya yakni dari Rp7.050 menjadi Rp7.070 per kilogram.

"Sedangkan hasil yang ditetapkan tim perumus, untuk harga inti sawit turun signifikan sebesar Rp179 dari Rp3.763 menjadi Rp3.584 per kilogram, sementara Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada periode kali ini juga naik tipis hanya Rp8 dari Rp1.172 menjadi Rp1.180 per kilogram," kata Pejabat Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Jambi, Putri Rainun, di Jambi, Sabtu.

Untuk harga CPO, inti sawit dan TBS sawit beberapa periode terakhir ini sempat turun pada beberapa waktu periode lalu dan pada periode kali ini terjadi kenaikan berdasarkan hasil keputusan dari kesepakatan tim perumus harga CPO di Jambi bersama para petani, perusahaan perkebunan sawit serta pihak terkait.

Baca juga: Kenaikan pungutan dana sawit berpotensi turunkan harga TBS petani

Berikut selengkapnya, harga TBS untuk usia tanam 3 tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp1.180 per kilogram, usia tanam 4 tahun Rp1.249 per kilogram, usia tanam 5 tahun Rp1.308 per kilogram, usia tanam 6 tahun Rp1.363 per kilogram, dan usia tanam 7 tahun Rp1.398 per kilogram.

Kemudian untuk usia tanam 8 tahun senilai Rp1.426 per kilogram, usia tanam 9 tahun Rp1.455 per kilogram, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp1.498 per kilogram, usia 21 hingga 24 tahun Rp1.451 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp1.381 per kilogram.

Penetapan harga CPO, TBS, dan inti sawit merupakan kesepakatan tim perumus dalam satu rapat dihadiri para pengusaha, koperasi, dan kelompok tani sawit setempat dan berdasarkan peraturan menteri pertanian dan peraturan gubernur.

Baca juga: Pakar ekonomi sebut program B30 layak dilanjutkan

 

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar