Wajib terapkan protokol COVID-19, pernikahan sudah diizinkan di Jambi

id pandemi COVID-19,izin pernikahan,Kota Jambi,corona

Wali Kota Jambi Syarif Fasa memberikan penjelasan di Jambi, Ahad (12/7/2020) terkait diizinkannya penyelenggaraan pernikahan di KUA dan rumah-rumah ibadah dengan kewajiban menerapkan protokol kesehatan COVID-19. (FOTO ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi mulai Juli 2020 ini telah mengizinkan penyelenggaraan pernikahan, namun harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Penyelenggaraan pernikahan termasuk salah satu perluasan relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan yang diterapkan di Kota Jambi,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Minggu.

Akan tetapi, kata dia, penyelenggaraan pernikahan tersebut belum diizinkan dilaksanakan di rumah atau gedung-gedung pernikahan, dan  Pemerintah Kota Jambi hanya mengizinkan pelaksanaan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KAU) dan di rumah-rumah ibadah.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang, dan harus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Sedangkan bagi calon pengantin diimbau untuk menggunakan sarung tangan," katanya.

Perluasan relaksasi di bidang penyelenggaraan pernikahan tersebut, katanya, merupakan usulan dari masyarakat, di mana masyarakat merasa perlu dilakukan perluasan di bidang penyelenggaraan pernikahan tersebut.

Selain perluasan di bidang penyelenggaraan pernikahan, kata dia, Pemerintah Kota Jambi juga telah mengizinkan pelaksanaan rapat kerja dan pertemuan-pertemuan di hotel dan gedung-gedung perkantoran. Akan tetapi anggota rapat harus di batasi. Maksimal peserta rapat sebanyak satu per dua puluh dari kapasitas ruangan, atau sekitar 30 orang.

“Di bidang pendidikan juga kita lakukan relaksasi, namun di bidang pendidikan tersebut dilakukan atas persetujuan orang tua, jika orang tua ada yang tidak setuju anaknya dapat mengikuti pembelajaran secara daring,” katanya.

Perluasan ekonomi tersebut, katanya, dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Jambi sebagai upaya memulihkan perekonomian dan mempersiapkan masyarakat menuju tatanan normal baru.

Perluasan relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan tersebut dilaksanakan juga berdasarkan hasil evaluasi relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan yang diterapkan Pemerintah Kota Jambi selama bulan Juni 2020.

Dalam pelaksanaan relaksasi pada bulan Juni tersebut berjalan dengan baik. Selain itu tidak terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 secara signifikan. Bahkan pasien sembuh yang terkonfirmasi COVID-19 di Kota Jambi alami peningkatan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Pengananan COVID-19 Kota Jambi per tanggal 11 Juli 2020, katanya, sudah terdapat 23 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

Dari 32 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah itu, sehingga saat ini tersisa 9 orang pasien terkonfirmasi COVID-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah di daerah itu, demikian  Syarif Fasha.

Baca juga: Mulai relaksasi, tempat peribadatan di Kota Jambi dibuka untuk umum

Baca juga: Kemenag: Tunda pernikahan sampai darurat COVID-19 selesai

Baca juga: Pemkot Jambi produksi APD untuk garda terdepan COVID-19

Baca juga: MUI minta masyarakat jangan paksakan untuk gelar resepsi pernikahan

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar