Pupuk Kaltim-KTNA Banyuwangi panen demplot dukung ketahanan pangan

id Pupuk Kaltim,KTNA,Pangan

Pupuk Kaltim-KTNA Banyuwangi panen demplot dukung ketahanan pangan

PT Pupuk Kaltim bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi menggelar panen perdana demonstration plot (demplot) kemitraan pertanian. ANTARA/HO-Pupuk Kaltim

Jakarta (ANTARA) - Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banyuwangi menggelar panen perdana demonstration plot (demplot) kemitraan pertanian.

"Program ini adalah bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi," kata General Manager Pemasaran PSO Pupuk Kaltim M Yusri dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Pupuk Kaltim raih penghargaan Anugerah BUMN 2020

Ia menyampaikan program kemitraan itu juga melibatkan pemerintah daerah melalaui dinas pertanian dandan pihak swasta sebagai offtaker.

"Harga hasil panen petani sudah ditentukan di awal melalui pihak swasta, dengan harga yang lebih menguntungkan para petani," katanya.

Yusri mengatakan petani akan diberi bimbingan dan pendampingan tentang pola pengelolaan serta pemupukan.

Saat petani mengalami kendala modal, pihaknya menggandeng perbankan untuk bisa memberikan KUR (kredit usaha rakyat).

Ia mengemukakan program pertanian terpadu tahap awal ini dilakukan pada lahan seluas empat hektare. Pada tahap pemupukan dasar, lahan demplot diberi produk Ecofert yang merupakan produk hayati dari Pupuk Kaltim.

Adapun tahap pemupukan lanjutan, tanaman di dalam demplot diberi pupuk urea dan NPK Pelangi 16-16-16.

Hasilnya, peningkatan produksi yang cukup signifikan karena naik dari 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare.

"Rencananya, program lanjutan akan diteruskan pada sawah yang ada di sekeliling demplot. Tujuannya agar petani dapat menikmati hasil panen yang lebih menguntungkan," paparnya.

Ketua KTNA Banyuwangi Michael Edy Hariyanto mengatakan ada peningkatan produktivitas panen dari sebelumnya 6 ton per hektare menjadi 8,8 ton per hektare.

"Penggunaan pupuk berimbang menjadi langkah penting untuk meningkatkan hasil panen," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi program itu, serta kemitraan dengan perbankan dalam permodalan petani.

"Kami minta kepala dinas pertanian untuk ikut mendorong suksesnya program ini, termasuk dengan melibatkan BUMDes (badan usaha milik desa) untuk turut menjadi peserta program," katanya.

Pemerintah kabupaten berharap program ini dapat terus diperluas, sehingga mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Pupuk Indonesia siapkan strategi lancar distribusi pupuk bersubsidi
Baca juga: Anak usaha Pupuk Indonesia raih sertifikasi anti penyuapan


Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar