Modus kejahatan "keprok kaca" mobil kembali terjadi di Mataram

id keprok kaca mobil,polresta mataram,identifikasi,modus kejahatan

Polisi mengolah TKP kejahatan bermodus keprok kaca mobil di Jalan R Suprapto, Kota Mataram, NTB, Senin sore (13/7/2020). ANTARA/Dhimas BP

Mataram (ANTARA) - Aksi kejahatan yang masuk dalam kategori pencurian pemberatan dengan modus "keprok kaca" mobil kembali terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Azuemi, seorang aparatur sipil negara dari dinas PUPR menjadi korban kejahatan yang terjadi di pinggir Jalan R Suprapto, Mataram, Senin sore. Dari pantauan, kaca jendela bagian depan sebelah kanan dari mobil dinasnya yang bermerek Mitsubishi Strada L200, hancur.

Uang senilai Rp60 juta yang disimpan korban di bagian bawah jok depan sebelah kiri, dibawa kabur pelaku menggunakan sepeda motor.

"Pelakunya berdua satu nunggu di motor, satu orang lagi yang eksekusi, jarak mobil sama motornya itu tidak jauh," kata Haerun, seorang saksi yang ditemui di lokasi kejadian, Senin sore.

Kepada wartawan dia mengaku menyaksikan peristiwa keprok kaca mobil tersebut terjadi ketika sedang mengendarai sepeda motornya. "Awalnya saya tidak kepikiran kalau itu pencurian," ujarnya.

Namun setelah melihat pelaku menghancurkan kaca dengan helm dan masuk setengah badan mengambil barang dari dalam mobil, Haerun kemudian menghentikan laju kendaraannya di lokasi kejadian.

"Tapi keburu kabur, mereka kabur ke arah berlawanan jalur, bapaknya (korban) sempat mengejar, tapi tidak kesampaian," ujarnya.

Begitu juga disampaikan Bayu, penjual nanas yang berada di samping toko buah. Dia mengakui kalau pelaku yang mengambil barang dari dalam mobil sempat membeli nanas padanya.

"Dia beli satu nanas, pakai uang Rp50.000, selesai beli, langsung dia jalan menghampiri mobil dan melakukan aksinya," kata Bayu.

Menanggapi hal ini, Kasubbag Humas Polresta Mataram, Inspektur Polisi Satu Erny Anggraeni, yang ditemui di lokasi kejadian, menyatakan,  "Setelah dapat informasi, kami langsung ke TKP."

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar