Wall Street dibuka merosot setelah rilis data pengangguran di AS

id wall street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., January 29, 2019. REUTERS/Brendan McDermid (Reuters)

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih rendah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi waktu setempat, setelah data menunjukkan 1,4 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Tak lama setelah bel pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 63,69 poin atau 0,24 persen menjadi 26.942,15.

Indeks S&P 500 menurun 4,74 poin atau 0,14 persen menjadi 3.271,28 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 23,71 poin, atau 0,22 persen menjadi 10.682,42.

Dari 11 sektor utama Indeks S&P 500, sektor energi turun 0,7 persen pada perdagangan pagi, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk. Sedangkan sektor utilitas naik 0,5 persen, mengungguli yang lain.

Pergerakan itu muncul setelah data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik minggu lalu untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan, karena negara itu terus bergulat dengan infeksi Virus Corona yang melonjak.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis, klaim pengangguran awal AS yang mengukur PHK mencapai 1,416 juta dalam pekan yang berakhir 18 Juli, meningkat 109.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya. Ekonom yang survei Bloomberg memperkirakan 1,3 juta klaim pengangguran awal.

"Klaim pengangguran naik minggu lalu untuk pertama kalinya sejak pekan terakhir pada bulan Maret," kata Kepala Ekonom FHN Financial, Chris Low, dalam sebuah catatan, mengomentari angka klaim pengangguran yang baru dirilis.

"Mereka tidak naik banyak, tetapi kenaikan menunjukkan pembukaan kembali telah merugikan ekonomi," kata Low.

Sementara itu dari sisi perusahaan, saham Microsoft bertahan meskipun hasil kuartalan positif. Raksasa teknologi AS itu melaporkan setelah penutupan hari Rabu, dengan laba 1,46 dolar AS per saham dan peningkatan pendapatan 13 persen menjadi 38 miliar dolar.

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar