Bamsoet ingatkan urgensi kedaulatan nasional

id MPR,Bamsoet,Deddy Corbuzier

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat membuat video blog atau "nge-vlog" bersama Youtuber Deddy Corbuzier, Jumat (24/7). Bamsoet bersama Deddy Corbuzier membuat konten kebangsaan dan Empat Pilar MPR RI yang akan ditayangkan di akun youtube Bamsoet Channel. ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan pandemi COVID-19 membuat bangsa Indonesia tersadar tentang pentingnya mendahulukan kedaulatan dan kepentingan nasional.

Hal itu dikatakannya saat membuat video blog atau "nge-vlog" bersama Youtuber Deddy Corbuzier, Jumat (24/7). Bamsoet bersama Deddy Corbuzier membuat konten kebangsaan dan Empat Pilar MPR RI yang akan ditayangkan di akun youtube Bamsoet Channel.

"Para importir pun tersadar bahwa mengandalkan bisnis impor tidak lagi menjadi jaminan mendapatkan keuntungan, lebih baik mengandalkan produktifitas dalam negeri," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Bamsoet sarankan perkantoran terapkan sistem sif antisipasi COVID-19

Bamsoet mencontohkan dari hal yang paling kecil, sudah menjadi rahasia umum kalau para pelaku industri pariwisata sering sekali mengistimewakan turis asing dibanding turis domestik.

"Karena pandemi COVID-19, mereka tersadar bahwa justru turis domestik, sesama saudara sebangsa yang menyelamatkan kehidupan perekonomian," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia itu menjelaskan, dari mulai barang konsumsi, Alutsista, hingga penunjang alat kesehatan sudah dilarang impor oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, program "Food Estate" dengan membuka lahan pertanian seluas 165.000 hektar di Kalimantan Tengah pun kembali digalakkan sehingga ke depan bisa mencukupi kebutuhan pangan 265 juta jiwa penduduk Indonesia, tidak perlu lagi bergantung pada impor.

Dia mengatakan, salah satu hal yang membuat Tiongkok bisa menjadi raksasa ekonomi dan politik adalah karena sejak dahulu mementingkan kedaulatan negaranya, mulai dari berbagai kebutuhan pokok hingga Alutsista.

"Bahkan kebutuhan hiburan seperti media sosial, semuanya hasil karya dalam negeri. Saat produktivitas dalam negeri bisa meningkat dan mampu melebihi kebutuhan pasar dalam negeri, barulah mereka melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia dengan harga barang dan jasa yang murah. Indonesia seharusnya bisa lebih hebat dari Tiongkok," katanya.

Baca juga: Bamsoet: Perlu evaluasi tingkatkan kinerja tim penanggulangan COVID-19

Bamsoet juga mengatakan, Deddy Corbizier sebagai Generasi X sangat cepat melihat potensi youtube sebagai media yang akan menjadi arus utama bagi masyarakat mencari informasi dan pengetahuan.

"Tidak salah jika banyak yang belajar kepada Deddy, apalagi untuk urusan konten podcast yang menghadirkan perbincangan 'one on one', Deddy termasuk juaranya," ujar Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI itu mengakui pandemi COVID-19 telah membuat dirinya menjadi semakin "melek" teknologi informasi.

Dia menilai kewajiban menjalankan "physycal" dan "social distancing" justru melahirkan kreatifitas baru dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Selain secara virtual melalui video conference, juga melalui konten video di youtube berkolaborasi dengan para 'tokoh youtube' seperti Raffi Ahmad, Jessicca Iskandar, Baim Wong, Atta Halilintar, Irfan Hakim, hingga Deddy Corbuzier," katanya.

Baca juga: Bamsoet: Perlindungan anak adalah tanggung jawab semua pihak

Baca juga: Bamsoet ajak bangun karakter anak melalui Empat Pilar MPR RI


 


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar