LKPI: Pilkada pada masa pandemi COVID-19 untungkan petahana

id lkpi,petahana,pilkada

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto memaparkan hasil survei Pilkada 2020. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada masa pandemi COVID-19 menguntungkan calon petahana karena memiliki peluang besar melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat.

"Pilkada pada masa pandemi COVID-19 ini berdasarkan hasil survei di tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada di Sumsel dan provinsi lain pada 9 Desember 2020 sebagian besar calon petahana sulit dikalahkan calon baru," kata Arianto di Palembang, Minggu.

Salah satu contoh hasil survei yang dilakukan LKPI yang menggambarkan calon petahana sulit dikalahkan yakni pilkada di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan.

Baca juga: Pilkada 2020, BW: waspadai politisasi bansos COVID-19 oleh petahana

Bupati Musirawas Hendra Gunawan merupakan calon petahana yang berpeluang besar memenangi pemilihan pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2020 ini.

Hal tersebut terungkap dalam survei tim LKPI yang dilakukan di 42 desa/kelurahan dalam 14 kecamatan di Kabupaten Musirawas pada 10-19 Juli 2020 dengan metode wawancara tatap muka dan menggunakan metode "multistage random sampling".

Arianto didampingi Koordinator Area LKPI Sumsel Sutrisno pada kesempatan itu menjelaskan bahwa tren elektabilitas H Hendra Gunawan (H2G) semakin meroket dibandingkan calon bupati lainnya yang akan maju dalam Pilkada 2020.

Kuatnya tarikan elektoral petahana tersebut membuat angka elektoralnya semakin jauh jarak intervalnya dengan calon lain yang akan bertarung pada pilkada di Kabupaten Musirawas.

Baca juga: Mendagri: Petahana dilarang menyematkan identitas pribadi pada bansos

Saat survei digelar, kata dia, ditemukan kuatnya tarikan elektoral H2G dari bakal calon bupati lainnya pada pertanyaan terbuka dengan menyodorkan beberapa nama bakal calon dan di luar nama yang disurvei.

Elektabilitas H2G sebesar 61 persen, Firdaus Cik Olah (10 persen), Suwarti yang kini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Musirawas (6,4 persen), Ratna Mahmud Amin (2,4 persen), Alamsyah A Manan (1,4 persen), dan Akmaludin (0,7 persen).

Elektabilitas nama bakal calon lainya seperti Alamsyah A Manan, Wahyu Sumadi, Mulyana, Sumadi, Azandri, Amir Hamzah, dan Triono masih berada di bawah 0,7 persen, serta massa mengambang (16,7 persen).

"Alasan pemilih menjatuhkan pilihan pada H2G yang merupakan calon petahana itu karena sudah ada bukti hasil kerja nyata, berpengalaman di pemerintahan, perhatian kepada rakyat, dan dinilai bisa membawa perubahan yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga: KPK minta petahana pencitraan gunakan program bansos diberi sanksi

Sementara itu, sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S mengajak pimpinan dan kader partai politik serta seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan pilkada serentak di tujuh kabupaten dalam provinsi setempat pada akhir tahun 2020 ini.

Untuk menyukseskan pilkada di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Pali, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara diharapkan semua pihak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

"Kondisi kamtibmas yang terpelihara dengan baik selama ini perlu dijaga bersama agar pelaksanaan pilkada berlangsung dengan aman, damai, dan menghasilkan kepala daerah sesuai dengan keinginan mayoritas masyarakat," ujarnya.

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar