Survei Indometer: Elektabilitas Prabowo dan PDIP kokoh di puncak

id Survei, Indometer, elektabilitas Prabowo Subianto, PDIP

Hasil survei lembaga Survei Indometer terkait elektabilitas capres. (ANTARA/HO-Survei Indometer)

Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Indometer menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kokoh berada di puncak di antara tokoh yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2024.

Begitu pula, elektabilitas PDI Perjuangan yang tetap tertinggi di tengah kecenderungan menurunnya elektabilitas semua partai politik. Hanya, PSI yang mengalami tren kenaikan selama pandemik COVID-19.

"Prabowo dan PDIP masih kokoh di puncak elektabilitas, sementara hampir semua parpol turun elektabilitasnya, hanya PSI yang mengalami kenaikan," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer R Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin.

Elektabilitas Prabowo bertengger di angka 17,6 persen atau turun dari sebelumnya 23,1 persen.

Baca juga: Survei Indometer: Publik lebih mendukung normal baru

Perubahan signifikan dialami tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah, di mana sejumlah tokoh mengalami kenaikan dan menggeser posisi tokoh-tokoh lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengalami kenaikan pesat. Ganjar kini berada di urutan kedua, menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semula membayangi Prabowo.

Elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7 persen menjadi 15,4 persen. Sementara itu Kang Emil melesat dua kali lipat dari 5,2 persen menjadi 11,3 persen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga naik dari 2,3 persen menjadi 4,1 persen.

Di antara tokoh berlatar belakang kepala daerah yang mengalami penurunan elektabilitas adalah Anies yang anjlok dari 14,8 persen menjadi 10,1 persen, Selain itu ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang turun dari 4,5 persen menjadi 2,9 persen.

Menurut Leonard, pandemik COVID-19 memberikan lonjakan dukungan bagi sejumlah gubernur yang merupakan pemegang kebijakan di tingkat daerah. Tokoh-tokoh yang lebih mapan seperti Anies dan Risma pun kini seolah mendapat penantang baru dalam kontestasi elektoral.

Baca juga: Nama Susi muncul dalam survei menteri berkinerja baik saat COVID-19

Selebihnya diisi tokoh-tokoh nasional baik yang memegang jabatan di pemerintahan maupun tidak, seperti Menteri BUMN Erick Thohir (3,2 persen turun menjadi 1,8 persen), Menko Polhukam Mahfud (1,8 persen turun menjadi 1,4 persen), dan ketua DPR Puan Maharani (1,4 persen turun menjadi 1,2 persen).

Tokoh nasional lainnya adalah Sandiaga Uno yang merupakan mantan cawapres Prabowo (10,3 persen turun menjadi 8,8 persen) dan ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen turun menjadi 3,3 persen). Sisanya hanya kurang dari 1 persen, dari total seluruhnya ada 20 nama tokoh.

Survei Indometer dilakukan pada 11-20 Juli 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Survei: Elektabilitas sejumlah parpol stagnan, PSI meningkat

Baca juga: Survei: Prabowo Capres terkuat, diikuti Ganjar dan Ridwan Kamil

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar