GTPP COVID-19 Bogor deteksi puluhan klaster keluarga delapan wilayah

id Klaster keluarga, kabupaten bogor, jawa barat

Juru Bicara GTPP COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Bogor Jawa Barat mendeteksi ada tren penularan virus corona COVID-19 klaster keluarga di delapan wilayah kecamatan Kabupaten Bogor.

"Terdeteksi puluhan klaster keluarga di Kecamatan Ciawi, Tamansari, Cibinong, Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Jonggol, dan Babakan Madang," ujar Juru Bicara GTPP COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin.

Menurut Syarifah puluhan klaster keluarga itu terdeteksi sejak tiga pekan lalu.

 Ia mengatakan, salah satu penyebabnya yaitu rendahnya kesadaran isolasi mandiri mereka yang sudah berstatus positif COVID-19.

"Karena masyarakat juga mulai abai terhadap protokol kesehatan," kata Ipah.

Baca juga: Penularan COVID-19 klaster Pasar Cileungsi meluas ke keluarga pedagang

Hingga Senin malam, ia mencatat hanya tiga kecamatan berstatus zona hijau, kemudian 10 kecamatan zona kuning, dan 27 kecamatan berstatus zona merah.

Pada periode yang sama, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 557 kasus COVID-19 di wilayahnya, dengan rincian 27 kasus meninggal dunia, dan 325 pasien yang berhasil sembuh.

Kondisi kasus COVID-19 yang jumlahnya tak kunjung menurun ini membuat Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah untuk tidak melakukan pelonggaran aturan pada perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku selama 14 hari sejak 31 Juli 2020.

Baca juga: Sekeluarga, empat orang positif COVID-19 di Bogor Barat diisolasi

Baca juga: Satu keluarga di Jember terkonfirmasi positif COVID-19

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar