Bogor kibarkan kain merah putih raksasa di papan panjat tebing

id Bupati bogor, ade yasin, kain raksasa, kabupaten bogor, jawa barat

Pengibaran kain merah putih raksasa di papan panjat tebing Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor menggandeng atlet panjat tebing mengibarkan kain merah putih ukuran raksasa di papan panjat tebing Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Senin.

"Festival Merah Putih ini kita selenggarakan bersama antara Kota dan Kabupaten Bogor. Kami melakukan dari tahun kemarin," ujar Bupati Bogor Ade Yasin usai pengibaran bendera.

Menurutnya, acara tahunan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia itu kali ini diperingati berbeda, karena berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

Pasalnya, peserta yang terlibat dalam pengibaran kain berukuran 4 meter x 15 meter itu pun jumlahnya dibatasi, dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Tidak seperti tahun lalu, yang dilakukan dengan cara mengarak kain merah putih raksasa dari Lapangan Tegar Beriman hingga Cibinong City Mall (CCM) dengan melibatkan peserta ratusan orang.

Baca juga: Pemkot Bogor gelar Festival Merah Putih
Baca juga: Kain merah-putih 100 x 5 meter diarak keliling Bogor


Sebelum pengibaran kain merah putih, tiga atlet yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPJI) Kabupaten Bogor bernama M Fauzan, Zaenudin, dan Tb Reza melakukan aksi penancapan dua bendera di ujung papan panjat tebing.

Ade Yasin mengatakan, meski di tengah pandemi COVID-19, masyarakat tetap harus memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, sebagai semangat membenahi segala sesuatu dampak dari pandemi.

"Salah satunya, membangkitkan geliat ekonomi pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan melibatkan masyarakat," kata Ade Yasin.

Baca juga: 45 pelukis adu kemampuan di Festival Merah Putih Kebun Raya Bogor

 

Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar