Pimpinan DPR sampaikan duka cita kepada korban ledakan di Lebanon

id DPR RI,Ledakan di Lebanon

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Achmad. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan rasa simpati dan duka yang mendalam kepada korban ledakan yang terjadi di Port of Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat.

"Kami ucapkan rasa simpati dan duka yang mendalam kepada korban maupun keluarga korban di Lebanon," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dasco juga menghimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Lebanon untuk tetap tenang dan tidak panik setelah kejadian ledakan tersebut.

Baca juga: Presiden Lebanon: Amonium nitrat penyebab ledakan dahsyat
Baca juga: PBNU: Dunia berduka atas ledakan Beirut
Baca juga: Korban tewas akibat ledakan di Beirut capai 100 dan bisa bertambah
Baca juga: Menlu RI sampaikan belasungkawa kepada korban ledakan Beirut


Menurut dia, apabila keadaan mengkhawatirkan dan memerlukan sesuatu hal, jangan segan-segan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di negara tersebut.

"Apabila keadaan mengkhawatirkan dan memerlukan sesuatu, jangan segan-segan berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di sana (Lebanon). Semoga semua dalam keadaan baik-baik saja," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan besar terjadi di Port of Beirut pada Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu setempat, lokasi pelabuhan berdekatan dengan pusat Kota Beirut.

Tingkat kehancuran dan kerusakan properti terjadi dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan. Sejauh ini sedikitnya 78 orang dilaporkan tewas dan 4.000 orang luka-luka.

Dubes Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y Tohari mengatakan seluruh WNI di negara tersebut dalam keadaan aman dan selamat.

"Dalam catatan KBRI terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa," kata Hajriyanto dalam keterangannya, Rabu.

KBRI telah menyampaikan imbauan melalui grup aplikasi Whatsapp dan melalui simpul-simpul WNI serta menghimbau agar WNI segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman.


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar