WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata

id (WHO)Tedros Adhanom Ghebreyesus,Pemulihan global,vaksin corona

Dokumentasi - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus membuka Majelis Kesehatan Dunia ke-72 di Jenewa, Swiss, Senin (20/5/2019). (ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri.)

Jenewa (ANTARA) - Pemulihan ekonomi di seluruh dunia bisa terjadi lebih cepat jika vaksin COVID-19 tersedia untuk semua orang sebagai barang publik, kata Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (6/8).

Tedros menyampaikan pandangan itu saat diskusi panel daring dengan anggota Forum Keamanan Aspen di Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh jaringan NBC.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan, yang ditanya soal calon vaksin Rusia, mengatakan kepada panel bahwa apa yang diperlukan sekarang adalah memastikan vaksin apa pun aman dan efektif.

Ryan juga mengatakan otoritas harus mampu membuktikan keampuhan vaksin COVID-19 melalui uji klinis tradisional ketimbang studi "tantangan manusia".

Ryan merujuk pada paparan virus yang disengaja terhadap relawan yang divaksinasi untuk melihat apakah vaksin bereaksi.

Tedros juga mengatakan kepada panel bahwa kepemimpinan dan dukungan AS terhadap kesehatan masyarakat telah menyelamatkan banyak nyawa.

Tedros menyebutkan penarikan diri AS dari WHO baru-baru ini bukanlah perkara dana, tetapi lebih menyangkut hubungan AS dengan badan PBB tersebut. Ia berharap Washington akan mempertimbangkan lagi keputusannya.

Dalam wawancara radio pada Kamis, Trump mengumumkan bahwa AS kemungkinan akan mendapatkan vaksin COVID-19 sebelum pemilihan presiden 3 November mendatang, perkiraan yang lebih optimistis dari waktu yang ditentukan oleh pakar kesehatannya sendiri di Gedung Putih.

Sumber: Reuters

Baca juga: WHO: Vaksin COVID-19 masih belum pasti, mungkin perlu setahun

Baca juga: Dirjen WHO serukan vaksin corona dibagikan sebagai barang publik


 

Tim FK Unpad gelar simulasi uji klinis vaksin Sinovac


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar