27 orang positif COVID-19, Pengadilan Agama Surabaya tutup sementara

id pengadilan agama,tutup sementara,pegawai positif,covid-19

Foto Ilustrasi - Seorang petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) COVID-19. (ANTARA Jatim/Foto Dok/Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - Pengadilan Agama Surabaya, Jawa Timur mengumumkan tutup sementara hingga selama sepekan ke depan setelah 27 orang yang bekerja di pengadilan itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Panitera Pengadilan Agama Surabaya Abdus Syakur Widodo merinci dari 27 orang yang dinyatakan positif COVID-19, tujuh orang di antaranya hakim, 19 pegawai dan seorang dari keluarga pegawai.

"Sebenarnya aktivitas persidangan di Pengadilan Agama Surabaya sudah ditutup sejak 5 Agustus lalu. Kemudian 6 Agustus kami gelar tes usap COVID-19, hasilnya 27 orang dinyatakan positif. Sehingga kami lakukan perpanjangan penutupan hingga sepekan mendatang," katanya kepada wartawan di Surabaya, Jumat petang.

Syakur menjelaskan penutupan pertama pada 5 Agustus 2020 diberlakukan setelah seorang hakim dan pegawai sakit dan dinyatakan reaktif COVID-19 menurut hasil tes cepat.

Selanjutnya digelar tes usap pada 6 Agustus terhadap 116 orang, meliputi para hakim dan segenap pegawai Pengadilan Agama Surabaya beserta keluarganya.

"Berdasarkan hasil tes usap tersebut, kami sudah sampaikan ke Mahkamah Agung agar memberi rekomendasi ‘lockdown’ hingga selama sepekan mendatang," katanya.

Meski tutup sementarakan dipastikan Pengadilan Agama Surabaya tetap memberikan pelayanan namun dilakukan secara terbatas dan terlebih dahulu harus mengajukan lewat dalam jaringan (daring), demikian Abdus Syakur Widodo.

Baca juga: Di pasar tradisional Surabaya, razia masker dilakukan hingga dini hari

Baca juga: Perawat RSUA Surabaya meninggal dunia akibat COVID-19

Baca juga: Ada kasus Corona, Lion Air hentikan sementara rute Surabaya-Pontianak

Baca juga: Gugus tugas telusuri positif COVID-19 pada tiga media di Surabaya

Pewarta : Fiqih Arfani/Hanif Nashrullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar