Daud Cino Yordan ajak pemuda tetap berkarya di tengah pandemi COVID-19

id Daud yordan, tinju, juara dunia

Daud Cino Yordan ajak pemuda tetap berkarya di tengah pandemi COVID-19

Petinju Indonesia asal Sukadana, Kalbar Daud 'Cino' Yordan memperlihatkan sabuk kemenangannya saat jumpa pers di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (23/11/2019). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/ama.

Pontianak (ANTARA) - Petinju Daud "Cino" Yordan pada HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) mengajak atlet maupun pemuda di Tanah Air tetap bersemangat berkarya meski saat ini masih dalam pandemi COVID-19.

"Saya berharap pemuda Indonesia tidak terpuruk dan tetap berkarya sesuai dengan kemampuan masing - masing," kata pemegang sabuk juara dunia kelas ringan super versi IBA dan WBO Oriental saat dihubungi di Kayong Utara, Kalimantan Barat, Senin.

Pria yang akrab dipanggil Cino itu menambahkan, seluruh pemuda juga harus tetap semangat untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia agar kokoh dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Pria berusia 33 tahun itu menuturkan, akibat wabah COVID-19 banyak pertandingan penting tahun ini harus ditunda dan belum ada kabar pasti kapan pertandingan selanjutnya akan dilaksanakan.

Baca juga: Pertandingan Daud "Cino" Yordan tertunda karena COVID-19
Baca juga: Tunggu jadwal pertarungan, Daud Yordan latihan rutin


Namun demikian, ia tetap melaksanakan latihan bersama atlet binaannya secara rutin selama ini untuk menjaga kebugaran dan kesiapan menanti pertandingan berikutnya.

"Saya berharap pandemi ini bisa berakhir sehingga aktivitas seluruh dunia khususnya di Indonesia segera pulih khususnya. Kita harap semua bidang kembali normal, baik kegiatan perekonomian dan kegiatan lainnya," katanya menambahkan.

Daud Yordan yang memiliki rekor 40 kali menang (28 di antaranya dengan KO) dan empat kali kalah itu sempat berlatih di luar negeri sebelum menghadapi petinju Afrika Selatan, Michael Moekoena di Jatim Park 3 Kota Batu, Jawa Timur, 17 November 2019.

Dengan mengalahkan Moekoena, Daud Yordan berhak memegang tiga gelar juara yaitu kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Intercontinental, kelas ringan super IBA dan WBO Oriental.

Saat bertarung melawan Michael Moekeona, petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 tersebut, berada di kelas ringan super (63,50 kilogram). Daud sendiri mengaku bakal bertahan di kelas tersebut dan siap menjalani pertarungan yang dijadwalkan promotor Mahkota Promotions.

Baca juga: Daud Yordan ke Jepang ikut pertemuan petinju sedunia
Baca juga: Daud Yordan penuhi janji jadi juara dunia IBA kelas ringan super



Pewarta : Dedi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar