Menteri PPPA: Pemberdayaan perempuan tekan kekerasan dan eksploitasi

id Menteri PPPA Bintang,kunjungan PKK Sulsel,HAN 2020

Menteri PPPA: Pemberdayaan perempuan tekan kekerasan dan eksploitasi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengunjungi RS Labuang Baji Makassar, Selasa,(18/8/2020). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel/am.

Makassar (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga berharap pemberdayaan kaum perempuan dan penguatan ketahanan pangan keluarga mampu menekan angka kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak.

Menteri Bintang Puspayoga dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema “Anak Terlindungi, Sulawesi Selatan Maju, Tetap Gembira di Rumah” di Makassar, Selasa, mengatakan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak hulunya adalah persoalan ekonomi.

Bintang Puspayoga dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK bersama Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan yang telah berinisiatif memberdayakan kaum perempuan dan petani di sekitar Taman Eduwisata Hortikultura Go Green Gor Sudiang untuk melakukan penanaman Talas Satoimo.

"Ini merupakan ide kreatif Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan untuk memberdayakan perempuan. Dengan adanya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami Talas Satoimo, hal ini merupakan peluang yang luar biasa sekaligus tantangan bagi kita untuk memasarkan hasil produksi ini," katanya saat melakukan panen perdana Talas Satoimo buah hasil para perempuan dan petani binaan Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan di Taman Eduwisata Hortikultura Go Green Gor Sudiang. 

Baca juga: Menteri PPPA: Potensi perempuan dalam perekonomian sangat besar

Baca juga: Menteri PPPA: Pandemi ajarkan lebih perhatian dan hargai keluarga


Apa yang dilakukan ini merupakan konsep hulu dan hilir yang direncanakan dengan baik.

"Konsep ini tidak hanya memberdayakan dan memberi peluang kepada kaum perempuan dan petani, namun juga mengedukasi anak-anak untuk menanam sayuran sejak dini dan mencintai lingkungan yang juga berkaitan dengan penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ardin Tjatjo menjelaskan, Talas Satoimo merupakan salah satu produk pertanian yang paling lengkap agribisnisnya karena sudah hampir ada di setiap kabupaten di Sulawesi Selatan.

Talas Satoimo yang diolah sebagai makanan beku sudah selama 1 tahun diekspor ke Jepang dan Cina.

Sementara itu, olahan dalam bentuk tepung dan bolu diekspor ke Malaysia. Selain itu, Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan juga mengedukasi sejak dini anak-anak di sekitar lingkungan untuk menanam sayuran.

Baca juga: Menteri PPPA: Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial

Baca juga: Menteri PPPA: Pengasuhan anak bukan hanya tugas perempuan

Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar