Filipina sebut pelaku bom bunuh diri Jolo warga lokal

id bom di filipina,bom bunuh diri jolo,ledakan bom jolo

Dokumentasi. Seorang tentara Filipina memeriksa kerusakan di dalam gereja setelah sebuah serangan bom terjadi di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, Minggu (27/1/2019). ANTARA/REUTERS/HO-Armed Forces of the Philippines/aa

Jakarta (ANTARA) - Unit angkatan bersenjata Filipina untuk wilayah Mindanao Barat, WestMinCom, menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya mengidentifikasi dua pelaku dalam dua ledakan bom bunuh diri di Jolo, Senin (24/8), sebagai warga lokal.

Keterangan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam acara temu media virtual, Kamis, menyusul kabar tentang dugaan warga negara Indonesia (WNI) menjadi pelaku ledakan sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh media lokal Filipina.

"Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari Kepala Komando Mindanao Barat atau WestMinCom, pelaku bom bunuh diri adalah dua orang wanita. [...] Kedua pelaku tersebut, menurut informasi, diidentifikasi sebagai warga lokal," kata Retno.

Masih mengutip keterangan WestMinCom, Retno menjelaskan bahwa "pelaku pertama diidentifikasi sebagai istri pelaku bom bunuh diri di Jolo pada bulan Juni 2019 yang lalu, sedangkan pelaku kedua diidentifikasi sebagai istri dari seorang anggota Abu Sayyaf."

Pada Selasa (25/8), media lokal Filipina ABS-CBN News melaporkan bahwa seorang Indonesia, istri mendiang Norman Lasuca--pelaku bom bunuh diri di Kota Indanan pada 2019, mungkin menjadi pelaku pengeboman yang terjadi sehari sebelumnya itu.

Laporan tersebut didasarkan pada keterangan dari Kepala Angkatan Darat Filipina Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.

Dalam laporan yang sama, ABS-CBN juga mengutip pendapat dari analis keamanan Rommel Banlaoi, yang menyebut bahwa salah satu pelaku itu mungkin anak perempuan dari dua orang Indonesia yang lebih dulu melakukan serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di Jolo pada Januari 2019.

Bagaimanapun, hingga saat ini otoritas terkait masih melakukan investigasi dan identifikasi lebih lanjut, sehingga Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Manila dan KJRI Davao masih terus berkoordinasi dengan pihak Filipina, kata Retno.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan duka cita dan bela sungkawa kepada keluarga, pemerintah, dan rakyat Filipina," ujar Retno.

Ia menambahkan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam kedua ledakan yang terjadi.

Baca juga: Dua ledakan di Filipina selatan tewaskan sejumlah orang

Baca juga: Dua bom meledak, UU Darurat Militer Filipina mungkin kembali berlaku

Baca juga: Menlu, Kapolri berkomunikasi intensif terkait pengebom gereja Jolo


 

Delegasi Kementerian Pertahanan Filipina kunjungi PT Pindad


 

Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar