AirAsia ajak masyarakat tak khawatir terbang di masa pandemi

id AirAsia,safe travel campaign,pariwisata,penerbangan domestik,pandemi COVID-19

AirAsia turut mengampanyekan “safe travel campaign” agar masyarakat tak perlu khawatir kembali terbang di masa pandemi. (AirAsia)

Jakarta (ANTARA) - Maskapai berbiaya hemat AirAsia Indonesia mengajak masyarakat agar tak perlu khawatir untuk kembali melakukan penerbangan di tengah pandemi melalui kampanye keamanan dan kenyamanan perjalanan udara (safe travel campaign) bertajuk “Waktunya Terbang” di Jakarta-Bali pada 28-29 Agustus 2020.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan kampanye tersebut merupakan inisiatif bersama Indonesia National Air Carriers Association (INACA), PT Angkasa Pura (AP) I, PT Angkasa Pura (AP) II, Airnav Indonesia dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini merupakan upaya kolaboratif untuk menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap transportasi udara serta memulihkan perekonomian lokal dan pariwisata domestik.

“Sebagai bagian dari industri penerbangan nasional, kami turut berperan aktif mendorong terciptanya layanan transportasi udara yang mudah, nyaman dan terjaga. Kami terus memastikan keamanan operasional mulai dari di darat hingga di udara sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk kembali terbang,” katanya.

Baca juga: Grup AirAsia rugi Rp3,4 triliun

Dia menuturkan AirAsia melakukan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan kenyamanan para tamu dengan memasang pembatas transparan di konter check-in dan meminimalkan kontak antara tamu dan petugas melalui fasilitas check-in online di laman atau aplikasi AirAsia.

Keamanan selama penerbangan semakin terjaga dengan fitur penyaring udara HEPA yang dapat memperbarui udara di dalam kabin setiap dua hingga tiga menit.

“Pemilihan Bali sebagai destinasi tujuan ‘safe travel campaign’ ini juga didasari oleh hasil survey digital AirAsia yang menunjukkan Bali sebagai destinasi favorit pelanggan AirAsia dengan 45 persen pelanggan memilih Bali sebagai destinasi untuk dikunjungi. Sejalan dengan itu, kami akan membuka kembali penerbangan dari hub kami di Bali ke Labuan Bajo, Lombok, Yogyakarta dan Solo secara bertahap mulai September 2020,” tambah Vera.

Dalam penerbangan QZ 7520 rute Jakarta-Bali, AirAsia membagikan “hygiene kit” dan menyampaikan edukasi kepada para tamu AirAsia mengenai prosedur keamanan baik di darat maupun di udara yang meliputi: wajib mengenakan masker sebelum, selama dan sesudah penerbangan, menjalankan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh sebelum terbang, membersihkan tangan secara rutin, menjaga kebersihan diri, mengikuti marka jaga jarak aman dan memperhatikan arahan awak kabin selama berada di pesawat.

Baca juga: AirAsia buka wisata medis penerbangan carter RI - Malaysia

AirAsia terus mengimbau seluruh pelanggan yang akan bepergian untuk selalu mengikuti arahan protokol kesehatan untuk mendukung terciptanya ekosistem transportasi dan pariwisata yang aman dan nyaman demi kepentingan bersama.

Selain itu, seluruh awak kabin AirAsia telah menjalankan tes kesehatan, mengenakan masker, sarung tangan dan face shield, dan telah terlatih untuk melakukan pengawasan secara periodik terhadap seluruh tamu selama penerbangan. Semua pelayanan di dalam pesawat termasuk penyajian makanan dilakukan sesuai standar keamanan dan kesehatan yang berlaku.

Seluruh armada AirAsia telah dilengkapi dengan fitur penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arresters) yang dapat memperbarui udara di kabin setiap dua hingga tiga menit dan menyaring 99.9 persen partikel debu dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri.

Sebelum penerbangan dilaksanakan, kabin pesawat disemprotkan cairan desinfektan dan kemudian pesawat didesinfeksi secara menyeluruh segera setelah selesai penerbangan sesuai dengan standar keselamatan operasional AirAsia.

Veranita mengatakan pihaknya menerapkan standar ketat dalam pengangkutan penumpang dan barang sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah, otoritas penerbangan sipil dan badan kesehatan setempat dan global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar