Madura United pindahkan markas ke Stadion Gelora Delta

id Madura United,Liga Indonesia,Rahmad Darmawan,PSSI,PT LIB

Madura United pindahkan markas ke Stadion Gelora Delta

Logo tim Madura United. (www.maduraunitedfc.com)

Jakarta (ANTARA) - Madura United memindahkan markas sementara mereka dalam mengarungi kompetisi Liga 1 Indonesia yang akan digelar 1 Oktober ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Mereka sebelumnya telah mengusulkan dua stadion di Madura, yakni Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan dan Stadion Gelora Bangkalan (SGB), namun karena berbagai alasan Asep Berlian dan kawan-kawan memutuskan pindah ke Stadion Gelora Delta.

Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, tak jadi dipilih karena adanya pertimbangan jarak tempuh stadion yang cukup jauh, sedangkan Stadion SGB yang selama ini menjadi tempat berlatih Laskar Sapeh Kerrab  sementara waktu akan direnovasi guna mendukung Piala Dunia U-20 tahun depan.

"Pertimbangan jarak tempuh jalur darat dari hotel ke stadion dan dari bandara ke hotel. Pertimbangan efektivitas dalam menjalani protokol kesehatan Covid-19," kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq dalam laman resmi Liga Indonesia di Jakarta, Kamis.

Bagi Madura United, Stadion Gelora Delta Sidoarjo bukanlah stadion asing karena musim sebelumnya mereka pernah menggunakan stadion berkapasitas 35.000 orang itu ketika markas utamanya direnovasi.

"Stadion Delta Sidoarjo alternatif terbaik karena Madura United pernah gunakan sebagai home base dalam beberapa pertandingan sebelumnya," kata dia.

Saat ini, Madura United terus mempersiapkan diri menyongsong kompetisi. pelatih Madura United Rahmad Darmawan memfokuskan penguatan fisik untuk Fachrudin W. Aryanto dan kawan-kawan di SGB dan kadang juga diberikan sentuhan taktik.

Baca juga: Pemain dan ofisial Madura United jalani tes usap
Baca juga: Sergio Farias tiba di Jakarta hari ini tanpa asisten dari Brasil
Baca juga: Persib Bandung prioritaskan pemain binaan sendiri

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar