KPPPA keberadaan Puspaga indikator Kabupaten/Kota Layak Anak

id Puspaga,Pengasuhan Anak,Lenny N Rosalin,Pusat Pembelajaran Keluarga,Pemenuhan Hak Anak,Tumbuh Kembang Anak,Pelindungan Anak

Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo menggelar sosialisasi layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) bagi tim penggerak PKK kecamatan secara virtual. (ANTARA/H- Diskominfo Kab Wonosobo)

Jakarta (ANTARA) - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin mengatakan keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) menjadi salah satu indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

"Kalau ada dinas di daerah bertanya, mengapa kabupaten/kotanya tidak meningkat predikat KLA-nya, saya tanya balik apakah sudah ada Puspaga atau belum," kata Lenny dalam bimbingan teknis Puspaga yang diliput secara daring dari Jakarta, Senin.

Lenny mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Puspaga yang standar dengan tenaga psikolog dan konselor yang bersertifikat. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan bimbingan teknis Puspaga.

Baca juga: KPPPA: Tidak semua orang tua mampu mengasuh anak
Baca juga: Tekan kekerasan perempuan-anak, Kota Makassar luncurkan Puspaga


Psikolog dan konselor Puspaga harus terlatih dan memahami Konvensi Hak Anak, terlatih dalam pengasuhan berbasis hak anak, terlatih dalam teknik konseling, terlatih pendalaman tumbuh kembang anak, terlatih dalam pengembangan keayahan dalam pengasuhan, dan terlatih dalam pelindungan saksi korban.

"Saat ini sudah ada 135 Puspaga di 12 provinsi dan 120 kabupaten/kota. Sebanyak 135 Puspaga itu harus segera standar untuk layanan yang berkualitas," tuturnya.

Puspaga memberikan layanan secara preventif dan promotif kepada keluarga sebagai tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga yang dilakukan tenaga profesional.

Baca juga: Pengasuhan anak kunci utama cegah kekerdilan
Baca juga: Cegah kekerasan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga


Puspaga diadakan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dan keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak.

"Puspaga sebagai pusat edukasi keluarga harus mengembangkan layanan dengan promosi masif dan intensif melalui berbagai media," kata Lenny.

Bimbingan teknis Puspaga yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didikuti 52 psikolog dari 46 Puspaga dan 150 konselor dari 108 Puspaga. 

Baca juga: Menteri PPPA: 135 Puspaga perkuat pengasuhan anak di keluarga
Baca juga: KPPPA: Tersedia informasi layak anak indikator Kabupaten Layak Anak

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar