Oposisi Belarus Maxim Znack ditangkap

id Oposisi belarus,presiden belarus,alexander lukashenko,maxim znak

Oposisi Belarus Maxim Znack ditangkap

Seorang perempuan berlutut saat ia menghadiri demonstrasi oposisi memprotes hasil pemilihan presiden di Minsk, Belarus, Sabtu (22/8/2020). REUTERS/Vasily Fedosenko/foc/cfo (REUTERS/VASILY FEDOSENKO)

Moskow (ANTARA) - Politisi oposisi Belarus, Maxim Znak, ditahan oleh laki-laki berpenutup wajah yang mengenakan pakaian biasa—bukan seragam, pada Rabu, demikian laporan kantor berita swasta Rusia, Interfax.

Znak adalah anggota terakhir di Dewan Koordinasi pihak oposisi yang masih aktif di Belarus, selain pengarang peraih Nobel, Svetlana Alexievich, yang bertindak sebagai figur pemimpin gerakan oposisi.

Semua anggota oposisi lainnya telah melarikan diri atau dipaksa pergi ke luar negeri dan bahkan ditangkap dalam penindakan oleh pasukan keamanan Lukashenko untuk menyikapi aksi protes yang menuduhnya mencurangi hasil pemilu presiden 9 Agustus.

Baca juga: Menlu Inggris kecam penangkapan puluhan wartawan di Belarus
Baca juga: Wakil kanselir Jerman sebut presiden Belarus diktator


Pengacara Znak menyebut bahwa apartemen milik kliennya juga digeledah oleh komite penyelidikan pemerintah, dan Znak sendiri mendapat tuntutan hukum.

Penyidik pemerintah juga melakukan penggeledahan di markas politisi oposisi lain yang telah dipenjara, Viktor Babariko, menurut seorang saksi mata di Minsk.

Laporan penangkapan Znak menyusul lenyapnya Maria Kolesnikova, salah satu pemimpin aksi protes anti Presiden Alexander Lukashenko, dari publik pada Senin (7/9) lalu.

Pada Selasa (8/9), Kolesnikova menggagalkan upaya deportasi terhadap dirinya dengan merobek paspor miliknya agar tidak dapat dipaksa menyeberang ke Ukraina, demikian menurut dua orang rekannya.

Saat ini, Kolesnikova masih dalam penahanan.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS pertimbangkan beri sanksi untuk Belarus atas kecurangan pemilu
Baca juga: Belarus cabut akreditasi wartawan peliput protes anti pemerintah

Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar