Dua pasien COVID-19 kota Sorong meninggal dunia

id Cobid sorong,Covid papua barat

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong Ruddy Rudolf Lakku (Foto ANTARA / Ernes Kakisina)

Sorong (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menyebutkan dalam pekan ini dua pasien terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong Ruddy Rudolf Lakku di Sorong, Sabtu, mengatakan bahwa dalam pekan ini ada dua pasien terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia.

Dia mengatakan bahwa pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia adalah pasien dengan nomor 486 beralamat di Kelurahan Klaligi dan pasien nomor 459 beralamat di Kelurahan Malamso.

Menurut dia, pasien 486 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sele be Solu dan pasien 459 meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rujukan COVID-19 kampung baru kota Sorong.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 Kota Sorong meningkatkan jadi 458

Baca juga: Dua pasien positif COVID-19 lari dari Sorong diamankan di Malang


Ia menjelaskan bahwa kedua pasien terkonfirmasi COVID-19 dimakamkan dengan menerapkan protokol kesehatan di pekuburan COVID-19 jalan Suteja kilometer 10 kota Sorong.

Dikatakan bahwa dengan meninggal dua pasien terkonfirmasi tersebut total pasien yang meninggal dunia akibat positif COVID-19 di kota Sorong hingga 12 September 2020 sebanyak 11 orang.

Ruddy menyampaikan, ruangan untuk menampung pasien positif COVID-19 di RSUD Sele be Solu sudah penuh sehingga masyarakat setempat diminta untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona adalah tanggung jawab bersama. "Rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, serta menerapkan pola hidup sehat demi melindungi diri dan keluarga," ungkap Ruddy

Baca juga: Penutupan bandara-pelabuhan Sorong masih dipertimbangkan

Baca juga: Penumpang reaktif tes cepat COVID-19 naik KM Sinabung hingga Sorong


Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar