Persentase kasus positif Corona Jakarta masih 12,5 persen

id kasus positif jakarta

Pedagang minuman keliling berhenti di dekat replika peti mati dan papan himbauan waspada COVID-19 yang terpasang di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (6/9/2020). Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan "positivity rate" atau persentase kasus positif COVID-19 pada sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,1 persen, sementara itu WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Jakarta (ANTARA) - Persentase kasus positif berdasar jumlah tes atau "positivity rate" Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) selama sepekan terakhir di Jakarta masih sebesar 12,5 persen atau turun  dibanding hari sebelumnya sebesar 12,8 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Selasa, menyebutkan, angka itu sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk satu kawasan aman tidak lebih dari lima persen.

"Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,7 persen (sama seperti sebelumnya persen)," katanya.

Dwi menerangkan bahwa untuk kasus pada Selasa ini, adalah hasil tes hingga Senin (21/9) sebanyak 1.160.072 spesimen (sebelumnya 1.147.586 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Baca juga: Kasus baru COVID-19 di Jakarta sebanyak 1.403 pada Jumat

Untuk kasus baru paparan COVID-19 di Jakarta pada Selasa tanggal 22 September 2020 ini sendiri, adalah sebanyak 1.122 kasus  atau lebih tinggi dibanding Minggu (20/9) sebanyak 1.079 kasus, pada Sabtu (19/9) sebanyak 932 kasus, pada Kamis (17/9) sebanyak 1.014 kasus, dan pada Selasa (15/9) sebanyak 1.027 kasus.

Namun lebih sedikit dibanding pertambahan pada Senin (21/9) sebanyak 1.310 kasus, pada Senin (14/9) sebanyak 1.062 kasus, pada Jumat (18/9) sebanyak 1.403 kasus, pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Jumlah kasus positif yang dilaporkan pada Selasa ini sebanyak 1.122 kasus ini, 950 ditemukan pada uji usap Senin (21/9), sementara 172 kasus adalah data positif dari satu laboratorium swasta yang baru dilaporkan Selasa ini.

Baca juga: Kasus baru COVID-19 DKI Jakarta capai 1.014

Untuk pengujian PCR pada Senin (21/9), dilakukan tes pada 10.319 spesimen yang di dalamnya ada 8.148 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 950 kasus positif dan 7.198 kasus negatif.

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 79.569. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 61.721," ujar Dwi.

Dwi menjelaskan jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat virus corona jenis baru (COVID-19) itu di Jakarta saat ini, sebanyak 13.221 orang (bertambah 247 dari sebelumnya 12.974 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Selasa ini, sebanyak 65.318 kasus, ada 50.473 orang dinyatakan telah sembuh (bertambah 843 dibanding hari sebelumnya 49.630 orang), sedangkan 1.624 orang (bertambah 32 dibanding sebelumnya 1.592) meninggal dunia.

Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 77,3 persen (sama seperti sebelumnya) dan tingkat kematian 2,5 persen (sama seperti sebelumnya).

Baca juga: Lemahnya aturan dinilai penyebab "positivity rate" Jakarta meroket
Baca juga: "Positivity Rate" COVID-19 Jakarta Pusat 7,4 persen


 

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar