Wall Street dibuka merosot, tertekan data pengangguran AS tetap tinggi

id wall street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, AS. ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/am.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (AS) dibuka lebih rendah pada pembukaan perdagangan hari Kamis pagi waktu setempat setelah data menunjukkan klaim pengangguran di negara itu tetap tinggi.

Tak lama setelah bel pembukaan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 138,59 poin atau 0,52 persen menjadi 26.625,10. Indeks S&P 500 tergelincir 14,06 poin atau 0,43 persen, menjadi 3.222,86 dan Indeks Komposit Nasdaq merosot 52,85 poin atau 0,50 persen menjadi 10.580,13.

Semua dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 turun, dengan sektor energi dan konsumen masing-masing turun 1,9 persen dan 1,1 persen pada perdagangan pagi, memimpin penurunan.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS yang menghitung kasar PHK, meningkat 4.000 menjadi 870.000 dalam pekan yang berakhir 19 September.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka melemah tajam setelah Wall Street jatuh

Baca juga: Wall Street ditutup anjlok tertekan kekhawatiran perlambatan ekonomi


Menurut laporan itu, klaim pengangguran lanjutan atau jumlah orang yang sudah menerima manfaat, mencapai 12,6 juta untuk pekan yang berakhir 12 September.

Sementara menurut ekonom yang di survei Bloomberg, memperkirakan klaim awal 840.000 dan klaim lanjutan 12,3 juta, .

"Angka tinggi yang sulit dihilangkan dalam klaim awal menunjukkan masih banyak orang yang kehilangan pekerjaan," kata Kepala Ekonom FHN Financial, Chris Low, dalam sebuah catatan pada hari Kamis. "Ekonomi sedang memulih, tidak berarti sudah pulih."

Saham-saham AS ditutup melemah tajam pada hari Rabu dengan Indeks Dow turun lebih dari 500 poin di tengah aksi jual yang besar.*

Baca juga: Wall Street "rebound" setelah pejabat Fed beri kepastian kebijakan

Baca juga: Wall Street dibuka menguat tipis setelah aksi jual sesi sebelumnya

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar