Anies sebut sudah ada sekitar 100 RS Rujukan COVID-19 di Jakarta

id rs covid jakarta

Petugas melintas di depan tower tujuh RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut saat ini di Jakarta sudah ada sekitar 100 rumah sakit (RS) rujukan untuk penanganan pasien Corona Virus Desease (COVID-19) di Jakarta.

"Sekarang ada tambahan rumah sakit sehingga kita saat ini ada 100 rumah sakit rujukan yang bisa digunakan," ucap Anies di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu.

Rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI sebelumnya ada sebanyak 67, kemudian ada tambahan 13 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan menggandeng 26 rumah sakit swasta sebagai rumah sakit rujukan pasien corona.

Penambahan RS rujukan ini, untuk mengakomodir perawatan dan isolasi warga karena terpapar COVID-19 yang jumlah kasusnya  terus meningkat.

Lebih lanjut, Anies menyebutkan bagi warga yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 harus melaksanakan perawatan dengan karantina mandiri di fasilitas yang sudah disediakan pemerintah.

Akan tetapi, ujar Anies, masyarakat juga bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan kriteria yang harus dipenuhi.

"Begini, intinya bahwa setiap warga yang terpapar dan terinfeksi COVID-19, harus melakukan isolasi mandiri dan ini bisa dikerjakan sendiri atau isolasi lewat fasilitas pemerintah, tapi tidak dikerjakan tanpa pengendalian," tuturnya.

Hotel juga, ujar Anies, dijadikan sebagai ruang inap perawatan pasien COVID-19 atas arahan Presiden Joko Widodo. Saat ini setidaknya ada 15 hotel bintang satu hingga tiga yang disiapkan sebagai tempat karantina.

"Jadi pilihannya, satu ditempatkan di fasilitas yaitu ada wisma atlet dan kemudian juga ada tempat-tempat lain yang sudah disiapkan, di Jakarta ada tiga tambahan tempat dan juga ada hotel," tuturnya menambahkan.

Penambahan rumah sakit ini dijadikan kebijakan di DKI karena ditemukannya klaster kasus keluarga yang cukup tinggi.

Ia menyebut, pasien terpapar COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dapat menaikkan potensi penularan pandemi yang disebabkan Virus Novel Corona jenis baru ini.

Baca juga: DKI akan libatkan 26 RS swasta jadi RS rujukan COVID-19
Baca juga: Satgas: Pasien COVID-19 tidak dibebani biaya perawatan di RS rujukan

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar