GAVI sediakan Rp2,2 T bantu negara miskin persiapkan pengiriman vaksin

id Dewan aliansi vaksin GAVI,fasilitas COVAX,Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. ANTARA/REUTERS / Dado Ruvic / File Photo/pri.

Jenewa (ANTARA) - Dewan aliansi vaksin GAVI sepakat menyediakan hingga 150 juta dolar AS (sekitar Rp2,22 triliun) untuk membantu 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah mempersiapkan pengiriman vaksin COVID-19 masa depan, menurut pihak terkait pada Kamis.

Persiapan itu mencakup bantuan teknis dan peralatan mata rantai dingin vaksin.

Dana awal akan membantu mendirikan fasilitas COVAX sekaligus memastikan bahwa program imunisasi rutin berkesinambungan di negara-negara yang memenuhi syarat, demikian pernyataan GAVI.

Secara keseluruhan 168 negara telah bergabung dengan fasilitas vaksin global COVAX, yang diketuai oleh GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk 76 negara kaya atau swadaya, katanya.

Fasilitas vaksin global COVAX berencana mengirim 2 miliar dosis vaksin COVID-19 pada akhir 2021.

Sumber: Reuters

Baca juga: PBB serukan vaksin COVID-19 harus jadi barang milik bersama
Baca juga: China janji ekspor vaksin COVID-19 dengan harga wajar
Baca juga: GlaxoSmithKline optimistis vaksin COVID-19 tersedia tahun depan

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar