HUT ke-9, warga harus punya rasa memiliki Kota Langgur-Maluku Tenggara

id Langgur,Thaher Hanubun,ibu kota,kabupaten maluku tenggara,Malra,Maluku ,HUT ke-9)

HUT ke-9, warga harus punya rasa memiliki Kota Langgur-Maluku Tenggara

Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku M Thaher Hanubun, Kamis (8/10/2020) berpidato di rapat paripurna DPRD Malra dalam rangka peringatan HUT ke-9 Kota Langggur, Kamis (8/10/2020). (FOTO ANTARA/Siprianus Yanyaan)

Langgur, Maluku (ANTARA) - Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku M Thaher Hanubun menyatakan memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kota Langgur harus dijadikan memontem bagi masyarakat untuk menanamkan rasa memiliki.

"Mempunyai rasa memiliki akan Kota Langgur, artinya kita semua bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara kebersihan, menjaga keberlangsungan aset-aset yang dibangun, serta memelihara kerukunan dan ketertiban," katanya dalam pidatonya pada rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tenggara (Malra) dalam rangka memperingati HUT ke-9 Kota Langgur, Kamis, di Langgur.

Langgur adalah Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara yang terletak di Kecamatan Kei Kecil.

Bupati mengatakan warga Langgur patut bersyukur karena pada usia ke-9 kota itu telah tumbuh dan berkembang, baik dari aspek pembangunan fisik maupun dari aspek pembangunan manusianya.

Ke depan, kata dia, Langgur akan tumbuh dan semakin berkembang menjadi kota yang ramah, maju, mandiri, layak huni serta memberi kenyamanan kepada seluruh warganya dalam beraktivitas.

"Oleh karena itu, setiap komponen masyarakat harus berkontribusi positif guna mewujudkan kondisi ideal Kota Langgur sesuai fungsi dan perannya yakni Ibu Kota Kabupaten Maaku Tenggara," katanya.

Diakuinya bahwa Kota Langgur sama halnya dengan kota lain yang diperhadapkan dengan permasalahan sosial yang timbul selain karena rendahnya tata kelola dan kualitas, juga dipengaruhi oleh rendahnya kapasitas pembangunan fisik, yang turut dipengaruhi oleh rendahnya kualitas penataan ruang.

"Tata kelola yang tidak optimal mendorong terjadinya kesenjangan dan perpecahan," katanya.

Di lain sisi penataan ruang yang buruk, baik pada masa lalu maupun di masa kini, mengakibatkan timbulnya pemukiman kumuh, yang bersama dengan variabel lainnya menyebabkan timbulnya masalah sosial dan kriminalitas.

Maka, kata dia, arah kebijakan pemda untuk pengembangan Kota Langgur ke depan yakni upaya penanganan titik-titik kawasan yang sesuai kriterianya dikategorikan sebagai kawasan kumuh, meliputi penyediaan fasilitas dan utilitas kawasan, penataan serta perbaikan sarana dan prasarana.

Lalu, peningkatan kapasitas ruang publik, pengembangan ruang terbuka hijau, dan pohon peneduh, serta penguatan tata kelola layanan kebersihan dan persampahan.

Pengembangan Kota Langgur ke depan, kata dia, tentu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemda karena segala rencana dan gagasan yang dikemukakan, hanya akan terwujud jika ada sinergi antarelemen dan pelaku pembangunan.

Ia menambahkan, pada masa pandemi COVID-19 sekarang ini, kedisiplinan dan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan menjadi sangat strategis dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

Kedewasaan warga ditunjukkan melalui kedisiplinan penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di kota ini.

"Langgur sebagai barometer pembangunan di Maluku Tenggara harus menjadi pelopor dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Warga Kota Langgur harus menjadi contoh dan teladan dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru,." demikian M Thaher Hanubun.

Baca juga: Bupati: Sampah persoalan serius dan butuh kepedulian semua elemen

Baca juga: BNPP RI akan bangun empat kecamatan di Malra

Baca juga: Maluku Tenggara tanami kebun desa jaga ketahanan pangan masa pandemi

Baca juga: Humas Malra bantah adanya ancaman terhadap wartawan


 

Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar