Wall Street berakhir merosot, Indeks Dow Jones turun 97,97 poin

id Wall Street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq,bursa saham

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

New York (ANTARA) - Tiga indeks utama Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah sesi perdagangan yang bergejolak, karena investor khawatir apakah negosiasi yang sulit di Washington akan menghasilkan kesepakatan untuk paket stimulus Virus Corona AS yang baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 97,97 poin atau 0,35 persen menjadi ditutup pada 28.210,82 poin. Indeks S&P 500 menyusut 7,56 poin atau 0,22 persen, menjadi berakhir di 3.435,56 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 31,80 poin atau 0,28 persen, menjadi 11.484,69 poin.

Baca juga: Harga minyak jatuh, setelah laporan persediaan minyak AS

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor energi mencatat penurunan 1,99 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor jasa komunikasi terangkat 1,29 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Selasa (20/10/2020) melanjutkan pembicaraan bantuan COVID-19, yang "memberikan lebih banyak kejelasan dan kesamaan," dan mereka akan melanjutkan diskusi mereka pada Rabu (21/10/2020) sore, kata Drew Hammill, juru bicara dan wakil kepala staf Pelosi.

Baca juga: Saham Spanyol balik merosot, Indeks IBEX 35 ditutup anjlok 1,67 persen

Kedua pimpinan itu mengadakan pembicaraan lewat telepon selama 53 menit pada Senin (19/10/2020) dan terus mempersempit perbedaan mereka, menurut pernyataan sebelumnya dari Hammill.

Langkah tersebut mengikuti pernyataan Pelosi pada Minggu (18/10/2020) bahwa Gedung Putih dan anggota parlemen harus mencapai kesepakatan dalam 48 jam jika mereka ingin mengeluarkan paket bantuan baru sebelum pemilihan presiden.

Baca juga: Saham Jerman anjlok lagi, Indeks DAX 30 merosot 1,41 persen

Terlepas dari kemajuan baru-baru ini, Demokrat dan Republik tetap menemui jalan buntu tentang rancangan undang-undang bantuan baru selama dua bulan, setelah tambahan tunjangan pengangguran federal sebesar 600 dolar AS per minggu - bagian dari paket bantuan senilai dua triliun dolar yang disetujui oleh Kongres pada akhir Maret - kedaluwarsa pada akhir Juli.

Negosiasi stimulus telah menjadi fokus utama bagi investor baru-baru ini karena mereka berharap paket bantuan lanjutan akan membantu memerangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Baca juga: Saham Inggris berbalik jatuh, Indeks FTSE 100 anjlok 1,91 persen

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar