BI dorong transformasi digital UMKM pangan dukung PEN

id umkm pangan, transformasi digital,umkm pertanian, bank indonesia, BI umkm pangan

Tangkapan layar Gubernur Bank Indoensia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (22/10/2020). ANTARA/Dewa Wiguna.

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia mendorong ekosistem yang terintegrasi dan transformasi ke arah digital bagi pelaku UMKM di sektor pangan untuk mendukung stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ekosistem terintegrasi disertai adaptasi penggunaan teknologi digital,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ekosistem terintegrasi dan teknologi digital dilakukan dari sisi produksi yakni ketersediaan pasokan dan pembiayaan ke UMKM produsen, kemudian dari sisi distribusi yakni dengan korporatisasi distributor dan agregator hingga ke konsumen.

Gubernur BI menjelaskan ada empat strategi kunci yang perlu dilakukan yakni korporatisasi dengan membentuk klaster atau kelompok UMKM untuk memperkuat skala usaha.

Kedua, lanjut dia, terkait kapasitas baik produksi, keuangan dan pemasaran, kemudian ketiga, peningkatan akses pembiayaan baik dari perbankan dan nonperbankan serta perusahaan teknologi keuangan.

Keempat, digitalisasi dari sisi produksi hingga produk tersebut sampai ke tangan konsumen.

Ia menambahkan model bisnis seperti itu sudah dikembangkan sejumlah UMKM pangan salah satunya UMKM bawang merah di Brebes, Jawa Tengah yang diharapkan bisa direplikasi di sejumlah daerah lainnya.

“Model bisnis ini telah memperkuat kelembagaan dengan korporatisasi mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pembiayaan dan kerja sama memasarkan produk lebih luas dalam negeri melalui platform digital dan menembus pasar ekspor,” katanya.

Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian, kata dia, juga dapat membentuk rantai pasok dari hulu ke hilir.

Dari hulu atau produksi, dengan Internet of Things (IoT), digunakan untuk mendukung produktivitas petani dan di sisi hilir atau pemasaran, UMKM pertanian juga membentuk platform digital sehingga akses pasar bisa diperluas dan memotong rantai distribusi.

“Selain memberikan jaminan kepastian akses pasar dan harga jual kompetitif sehingga mendorong dan keharusan UMKM taat agar berkesinambungan pasokan dan kualitas hasil pertanian,” katanya.


Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar