Wall Street menguat, perdagangan berombak saat pembicaraan stimulus AS

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dalam perdagangan berombak, saat investor menyambut prospek lebih banyak stimulus fiskal untuk mendukung ekonomi AS yang rusak akibat pandemi, dengan lebih banyak data menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 152,84 poin atau 0,54 persen menjadi ditutup pada 28.363,66 poin. Indeks S&P 500 bertambah 17,93 poin atau 0,52 persen, menjadi berakhir di 3.453,49 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 21,31 poin atau 0,19 persen lebih tinggi, menjadi 11.506,01 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan energi ditutup naik 4,16 persen, melampaui sisanya. Real estat tergelincir 0,77 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca juga: Wall Street dibuka sedikit menguat setelah rilis data pengangguran AS

Perdagangan di Wall Street minggu ini telah didorong oleh banyaknya laporan terkait dengan perkembangan pembicaraan stimulus.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi melaporkan kemajuan dalam pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk putaran bantuan keuangan lainnya dan mengatakan undang-undang dapat diselesaikan "segera".

Namun, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow memperingatkan "perbedaan kebijakan yang signifikan" tetap ada, yang tidak mungkin diselesaikan sebelum pemilihan 3 November.

"Rumor stimulus ini terus berputar," kata Mike Zigmont, kepala perdagangan di Harvest Volatility Management. "Tapi saya pikir pasar mulai terbiasa dengan rumor ini dan setiap rumor baru memiliki dampak yang lebih kecil daripada sebelumnya."

Dia juga tidak yakin bahwa kesepakatan stimulus tambahan akan membuka jalan bagi tren bullish lain di saham.

“Stimulus kedua sebagai topik telah beredar begitu lama. Sebagian besar konsekuensi ekonomi telah dimasukkan ke dalam harga saham,” kata Zigmont, dikutip dari Reuters.

"Dan sekarang ini benar-benar masalah emosional, jenis masalah persepsi dalam pasar."

Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah merundingkan rancangan undang-undang bantuan mendekati angka dua triliun dolar, jumlah yang ditentang oleh Senat Partai Republik yang telah menyatakan keprihatinan tentang defisit federal.

Investor akan memantau debat presiden terakhir pada Kamis malam waktu setempat antara Trump dan penantang Demokrat Joe Biden yang unggul dalam jajak pendapat nasional.

Setelah bel penutupan, saham Gilead Sciences Inc. GILD.O naik 3,16 persen ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan AS pada sore hari menyetujui obat antivirus Veklury, atau remdesivir, untuk pengobatan pasien dengan COVID-19, yang memerlukan rawat inap.

Sementara itu, sekitar seperlima dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil kuartal ketiga, 84,1 persen di antaranya mengalahkan perkiraan laba, menurut data IBES Refinitiv.

Baca juga: Dolar naik dari terendah 7 minggu saat paket bantuan corona diragukan
Baca juga: Emas anjlok 25 dolar tertekan data pekerjaan AS dan penguatan dolar
Baca juga: Minyak berakhir lebih tinggi, didorong oleh harapan stimulus AS

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar