Kapolda Jambi minta pelaku pembakaran motor polisi menyerahkan diri

id polda jambi,pembakar motor polisi, demo ricuh

Kapolda Jambi minta pelaku pembakaran motor polisi menyerahkan diri

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi.(ANTARA/Nanang Mairiadi)

Jambi (ANTARA) - Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan pihaknya telah memerintahkan anggota untuk mencari pelaku pembakaran terhadap sepeda motor dinas polisi di depan kampus Universitas Jambi (Unja) Telanaipura pada saat aksi unjukrasa yang berujung ricuh beberapa hari lalu.

"Orang orang yang ada di video rekaman polisi kemarin, pelakunya itu ada yang masih kami cari diantaranya orang yang pertama menyalakan api di sepeda motor yang sudah dirusak massa itu kini sedang dicari dan sebaiknya menyerahkan diri saja," kata Firman Shantyabudi, Sabtu.

Terkait kejadian itu sendiri, Kapolda Jambi Firman mengatakan ada satu orang yang sudah diamankan terkait aksi perusakan dan pembakaran sepeda motor milik polisi yang terekam video.

Kapolda juga menyebutkan jika kejadian ini harus diusut tuntas dan para pelaku juga harus bertanggungjawab karena sepeda motor dinas itu punya rakyat, bukan punya prbadinya.

Terkait sejumlah orang yang diamankan pascakericuhan saat aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa hari lalu, Firman mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan.

Firman juga menyebutkan, beberapa orang yang diamankan ada yang masih berstatus pelajar. Untuk itu diharapkan peran orang tua untuk mengawasi anaknya.

"Ada anak-anak pelajar yang diamankan dan mereka mengaku tidak tahu siapa yang mengajak ikut aksi demo dan untuk itu kita minta semua pihak, orang tua, sekolah-sekolah, untuk ikut mengawasinya," kata Kapolda Jambi, Ijren Pol Firman Shantyabudi.

Baca juga: Polisi bubarkan aksi mahasiswa di DPRD Jambi dengan gas air mata

Baca juga: Polda Jambi amankan 28 pelaku kerusuhan saat demo di Jambi

Baca juga: Polda Jambi bantah polisi adu jotos saat demonstrasi

Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar