IPB University anugerahkan doktor kehormatan dua tokoh atas dedikasi

id Dokter HC,ipb university,honoris causa

Sidang terbuka penganugerahan doktor Honoris Causa dari IPB University. (ANTARA/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - IPB University menganugerahkan gelar doktor kehormatan atau doktor Honoris Causa kepada dua tokoh, yakni Ir Muhammad Gunung Soetopo dan almarhum Ir Mohammad Nadjikh atas dedikasi ilmunya kepada negeri.

"Ciri alumni IPB tidak lepas dari tiga kunci, yakni integritas, inovasi dan inspirasi. Apresiasi kita pada orang-orang yang memiliki integritas dan inspirasi," kata Rektor IPB University Prof Arif Satria melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

IPB University dapat memberikan gelar kehormatan pada perseorangan yang berkontribusi bagi kesejahteraan umat manusia dan telah memenuhi ketentuan dalam meraih gelar doktor kehormatan atau doktor Honoris Causa.

Baca juga: Suritech temuan IPB University tingkatkan kapasitas hingga 10 kali

Baca juga: Dosen IPB: Sektor pertanian tumbuh 2,19 persen di tengah pandemi


Ia mengatakan dedikasi Ir Muhammad Gunung Soetopo dan Almarhum Ir Mohammad Nadjikh dalam mengimplementasikan keilmuannya untuk negeri, mendorong IPB University memberikan gelar tersebut.

Pemberian gelar doktor kehormatan kepada dua tokoh tersebut didasarkan pada hasil putusan sidang pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada 27 Agustus 2020 yang menetapkan dan menyetujui pemberian gelar doktor kehormatan.

"Ir Muhammad Gunung Soetopo dalam bidang Ilmu Tanah dan Ir Muhammad Nadjikh almarhum dalam bidang Teknologi Industri Pertanian," katanya.

Ir Muhammad Gunung Soetopo yang akrab disapa Gun Soetopo adalah lulusan Sarjana Ilmu Tanah Fakultas Pertanian IPB University 1982 yang hingga kini secara konsisten menekuni bidang pertanian di Indonesia.

Karena motivasinya yang tinggi untuk menjadi petani, pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditinggalkan setelah tiga tahun dijalaninya. Gun Soetopo, dengan kreasi dan inovasinya berhasil mengubah lahan bekas tambang menjadi perkebunan buah naga bernama Sabila Farm.

Baca juga: IPB: Sumur Resapan Biber solusi pengelolaan plastik non-ekonomis

Baca juga: Pakar IPB University: Tanaman C4 berpeluang sukses ketahanan pangan

Baca juga: Para pakar berkomitmen jadikan Bogor Kota Ilmu rujukan dunia


Senada dengan itu, promotor Gun Soetopo, Prof Dr Budi Mulyanto menyampaikan Gun Soetopo layak mendapatkan gelar doktor kehormatan karena kiprah dan karya-karya nyatanya dalam mentransfer ilmu dan teknologi kepada masyarakat.

Sementara itu, dalam pidato ilmiahnya, Gun Soetopo mengatakan kalau bertani dilakukan dengan hati, pengerjaannya sederhana. Kunci pengembangan lahan marginal untuk budi daya tanaman buah naga, yaitu berani memulai dan tidak ragu-ragu.

Sedangkan almarhum Ir M Nadjikh dianugerahkan gelar tersebut atas kontribusi yang luar biasa selama lebih dari 25 tahun di bidang produksi dan pengolahan hasil perikanan laut Indonesia.

Almarhum Ir Nadjikh dengan perusahaannya yang bernama Kelola Group menaungi 32 perusahaan dengan 14.000 karyawan mampu memenuhi permintaan pasar seafood ke 30 negara, di antaranya Amerika, Eropa, Jepang, Kanada, Rusia, Singapura serta negara-negara Timur Tengah dan Afrika.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar