SMPN 1 Luhak luncurkan radio edukasi untuk dukung pelajaran jarak jauh

id berita limapuluh kota,berita sumbar,radio

SMPN 1 Luhak luncurkan radio edukasi untuk dukung pelajaran jarak jauh

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi didampingi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Luhak, Harnieti sedang melihat proses pembelajaran jarak jauh menggunakan radio edukasi sekolah. ANTARA/Akmal Saputra.

Sarilamak (ANTARA) - SMP Negeri (SMPN) 1 Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat meluncurkan inovasi baru, yakni radio edukasi sekolah untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi COVID-19.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi di Sarilamak, Senin, mengatakan inovasi yang dibuat oleh jajaran SMP N 1 Luhak ini membantu pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19.

"Saya berterima kasih karena jajaran sekolah dan dinas pendidikan telah melahirkan inovasi yang merupakan kontribusi positif, yang pastinya sangat dibutuhkan dalam mendukung PJJ," kata dia didampingi Kadis Pendidikan setempat, Indrawati.

Baca juga: FSGI dorong maksimalkan pembelajaran jarak jauh melalui televisi

Ia mengatakan inovasi yang dihadirkan ini tentu menjawab kekhawatiran dari banyak orang tua siswa tentang susahnya anak dalam belajar ditengah pandemi COVID-19.

"Ini jelas solusi untuk tetap memberikan yang terbaik untuk peserta didik di tengah pandemi COVID-19 ini. Sekarang baru satu sekolah ini, semoga sekolah lain juga dapat melahirkan inovasi untuk mendukung PJJ," ujarnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Luhak, Harnieti mengatakan lahirnya inovasi radio edukasi sekolah ini karena terdapatnya beberapa kendala saat pelaksanaan PJJ via Whatsapp dan lainnya.

"Mulai dari susahnya anak mengerti, kuota, permasalahan jaringan dan semacamnya, karena ini kami mulai dari jajaran sekolah yang didukung oleh komite mencoba untuk membuat inovasi radio ini," kata dia.

Baca juga: Selama pandemi, Radio-Kenambay Umbay TV Papua sediakan konten belajar

Ia mengatakan setiap guru akan diberikan jadwal untuk dapat menerangkan atau menjelaskan materi melalui radio dengan frekuensi 107,5 FM yang diyakini telah mencapai radius 15 kilometer.

"Jadi jadwalnya akan kami atur sedemikian agar nantinya setiap mata pelajaran mendapatkan jadwal untuk memberikan keterangan di radio edukasi sekolah ini," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya masih menggunakan komunikasi via whatsapp atau telepon untuk mempermudah anak berkomunikasi langsung ke guru yang bersangkutan.

"Kalau apa yang diterangkan guru melalui radio ini ada yang tidak dimengerti, bisa langsung hubungi guru. Jadi guru dapat menjelaskan kembali apa yang tidak dimengerti oleh peserta didik," kata dia didampingi Ketua Komite Sekolah itu Syafri.

Baca juga: Pemkab Sikka terapkan belajar dari rumah menggunakan radio

Terkait izin, kata dia pihaknya telah mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan izin lainnya ke Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio masih dalam proses.

"Radio edukasi sekolah ini kami pastikan tidak ada komersilnya, ini murni hanya untuk mendukung PJJ. Meski begitu kami akan tetap memastikan izinnya," ujarnya.

Ia mengatakan radio edukasi sekolah SMP Negeri 1 Luhak ini secara resmi telah mulai beroperasi semenjak 19 Oktober 2020.

Baca juga: Televisi solusi ketidakmerataan internet untuk pembelajaran daring

 

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar