Dinkes NTT ingatkan warga waspada COVID-19 dari transmisi lokal

id NTT,transmisi lokal, COVID-19

Dinkes NTT ingatkan warga waspada COVID-19 dari transmisi lokal

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Meserasi Ataupah. ANTARA/Benny Jahang/aa.

Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingatkan masyarakat daerah ini untuk mewaspadai meluasnya kasus penyebaran virus corona baru dari transmisi lokal.

"Kasus COVID-19 dari transmisi lokal semakin meningkat. Kami perlu ingatkan warga NTT agar lebih waspada terhadap penyebaran kasus COVID-19 ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dr. Meserasi Ataupah ketika dihubungi di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan selama Oktober 2020 kasus COVID-19 dari transmisi lokal terus bertambah dengan cakupan wilayah yang terus meluas.

Baca juga: Kota Kupang antisipasi meluasnya kasus COVID-19 dari transmisi lokal

Baca juga: Pasien COVID-19 di NTT bertambah 24 orang


Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu, pada Selasa (3/11) terjadi penambahan 10 kasus baru COVID-19 dari empat kabupaten/kota di NTT.

Meserasi Ataupah mengatakan 10 kasus baru COVID-19 itu berasal dari Kota Kupang tiga kasus, Kabupaten Sumba Timur tiga kasus, Kabupaten Timor Tengah Selatan tiga kasus, dan Kabupaten Nagekeo satu kasus.

Dari 10 kasus baru COVID-19 itu, kata dia, delapan orang diantaranya merupakan kasus COVID-19 dari transmisi lokal.

"Hanya ada dua kasus positif COVID-19 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang merupakan pelaku perjalanan dari Riau," kata Meserasi Ataupah.

Dengan adanya penambahan 10 kasus baru COVID-19, warga NTT yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 728 orang dan 524 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Baca juga: 72,3 persen pasien positif COVID-19 di NTT sembuh

Baca juga: Empat kabupaten di NTT nihil kasus COVID-19


Sementara pasien COVID-19 yang masih dalam perawatan dan karantina mandiri 195 orang dan sembilan orang meninggal dunia akibat paparan COVID-19.

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar