Malawi akan buka kedutaannya untuk Israel di Yerusalem

id malawi,pembukaan kedutaan di yerusalem,konflik israel palestina

Malawi akan buka kedutaannya untuk Israel di Yerusalem

Dokumentasi--Suasana lanskap di Kota Tua Yerusalem, Senin (28/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/wsj.

Tel Aviv (ANTARA) - Malawi mengatakan akan membuka kedutaan besar untuk Israel di Yerusalem, menjadi negara Afrika pertama yang melakukan langkah tersebut di kota yang diperebutkan.

Dalam pernyataan video selama kunjungan ke Israel, Selasa, Menteri Luar Negeri Malawi Eisenhower Mkaka menyebut keputusan itu sebagai "langkah berani dan signifikan".

Dia mengucapkan selamat kepada Israel atas hubungan yang mulai berkembang dengan negara-negara Arab dan Muslim di bawah kesepakatan yang ditengahi AS, termasuk hubungan baru dengan Sudan, yang oleh Israel dianggap menandai dimulainya "era baru" di wilayah tersebut.

Bersama Mkaka, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menyampaikan harapannya agar kedutaan Malawi segera dibuka.

Baca juga: Israel bangun jalan di Yerusalem di tengah rencana aneksasi Tepi Barat
Baca juga: Polisi Israel tangkap sembilan warga Palestina di Yerusalem Timur


"Dan saya yakin lebih banyak pemimpin Afrika akan mengikuti keputusan ini," ujar Ashkenazi.

Kedutaan tersebut diperkirakan akan dibuka pada musim panas 2021, kata Kementerian Luar Negeri Israel.

Ketika dikonfirmasi mengenai keputusan pembukaan kedutaan di Yerusalem, ajudan Presiden Malawi Lazarus Chakwera, Brian Banda, mengatakan kebijakan tersebut "akan dilanjutkan".

Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibu kotanya, meskipun tidak diakui oleh sebagian besar negara dunia. Sementara warga Palestina menginginkan kota di timur, yang direbut Israel dalam perang tahun 1967, sebagai ibu kota negara masa depannya.

Mengingat status kota yang disengketakan dan sensitivitasnya dalam konflik Israel-Palestina, sebagian besar negara yang memiliki kedutaan besar di Israel telah membukanya di ibu kota komersialnya, Tel Aviv.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengupayakan terpilih kembali dalam pemilu pada Selasa, membuat marah warga Palestina dan membuat marah banyak pemimpin dunia dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017.

Dia memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem pada tahun berikutnya.

Guatemala memindahkan kedutaannya ke Yerusalem segera setelah itu, dan Honduras berencana untuk melakukan hal yang sama pada akhir 2020.

Brazil dan Republik Dominika juga mempertimbangkan langkah tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Honduras berencana pindahkan kedutaan untuk Israel ke Yerusalem
Baca juga: Turki 'sangat prihatin' Serbia pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar