Kepala BKKBN: Literasi menstruasi dan kespro masih rendah

id Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, kesehatan reproduksi, Menache, mestrurasi yang pertama

Kepala BKKBN: Literasi menstruasi dan kespro masih rendah

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo pada webinar dan peluncuran Website “Charm Girl’s" yang diikuti penggiat kesehatan, pendidikan dan media di wilayah Timur dan Barat Indonesia, Kamis (12/11/2020). ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo mengatakan, literasi terkait menstruasi dan kesehatan reproduksi (kespro) pada anak remaja masih rendah.

"Pengetahuan terkait menstruasi dan kespro adalah masalah yang sangat penting untuk perempuan, sehingga dibutuhkan peranan semua pihak untuk membantu memberikan pemahaman itu," kata dr Hasto pada webinar dan peluncuran Website “Charm Girl’s" yang diikuti penggiat kesehatan, pendidikan dan media di wilayah Timur dan Barat Indonesia, Kamis.

Dia mengatakan, pengetahuan dan informasi yang lengkap terkait penanganan menstruasi awal pada anak remaja dan juga menjaga kebersihan alat-alat reproduksinya sangatlah penting, sehingga keterlibatan orang tua dan guru menjadi penentu.

"Banyak anak-anak SD dan SMP yang tidak mengkomunikasikan menstruasi pertamanya (menarche) pada orang tuanya atau guru, karena alasan malu, sehingga tidak tahu bagaimana penanganan menstruasinya," katanya.

Baca juga: Membedakan nyeri jelang menstruasi dengan nyeri akibat tumor payudara

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya meminta agar seluruh pihak BKKBN di provinsi menggencarkan sosialisasi kespro pada anak-anak jelang remaja dan tidak menganggap tabu dibahas, termasuk menyelaraskan pengertian itu dengan para pemuka agama.

Dalam perkembangannya, lanjut dia, fenomena baru yang terjadi adalah menarche kini dialami oleh anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda, jika sebelumnya menarche dialami oleh remaja perempuan berumur 11 – 14 tahun, pada masa ini, di sebuah penelitian ditemukan bahwa anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun (Anita, 2018).

"Hal ini terjadi karena pengaruh perubahan pola makan dan gaya hidup, dengan fenomena anak-anak lebih memilih makanan junk food atau pun makanan instan, akibatnya anak cenderung obesitas dan juga mempengaruhi hormon tubuhnya," kata Hasto yang juga adalah dokter ahli kandungan.

Baca juga: Obesitas bisa sebabkan gangguan menstruasi

Mencermati kondisi tersebut, menurut Hasto, diperlukan informasi massif terkait kespro dan menarche pada khususnya yang dapat diakses kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.

Seiring dengan konteks tersebut, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia Tbk meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak.

"Sebagai produk kewanitaan dan telah menjadi brand bagi perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, kami memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia.

Menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini”, ujar President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yuji Ishii pada kesempatan yang sama.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya memberikan konten edukatif yang dapat diandalkan untuk bertanya seputar kespro melalui website' Charm Girls’ itu yang dilengkapi dengan fitur games, sehingga anak tidak merasa bosan dalam mempelajari menstruasi.

Baca juga: Hal yang perlu diperhatikan seputar pola menstruasi

 

Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar