Forum Kemitraan sosialisasi pencegahan COVID-19 ke Suku Anak Dalam

id covid-19,suku anak dalam,sad,pencegahan covid-19,forum ,forum kemitraan

Forum Kemitraan sosialisasi pencegahan COVID-19 ke Suku Anak Dalam

Ilustrasi - Anggota komunitas Kampung Dongeng Indonesia mendongeng di hadapan anak-anak Orang Rimba dan warga sekitar permukiman Suku Anak Dalam (SAD) Pelepat, Bungo, Jambi, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp.

Jakarta (ANTARA) - Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FPKS-SAD) menggelar kegiatan pencegahan COVID-19 kepada masyarakat Suku Anak Dalam.

Ketua Yayasan Prakarsa Madani yang juga Sekretariat FPKS-SAD Budi Setiawan menyatakan kegiatan bakti sosial berupa sosialisasi pencegahan COVID-19 yang diadakan di Kabupaten Sarolangun dan Merangin itu diberikan pada sembilan kelompok SAD yaitu Kelompok Nggrip, Nangkus, Afrizal, Bepayung, Melayau Tuo, Bebayang, Sikar, Pak Jang dan Ngepas.

"Kami berharap warga SAD dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19," katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dalam bakti sosial tersebut kegiatan utamanya berupa sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya COVID-19 dan langkah-langkah serta pola hidup untuk mencegah diri terinfeksi.

Baca juga: Kawasan terpadu Suku Anak Dalam diserahkan TNI ke Pemkab Sarolangun

Selain itu, Forum juga memberikan bantuan sosial berupa makanan pokok dan perlengkapan kesehatan pribadi seperti vitamin, masker, dan hand sanitizier.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu merupakan wujud kesepakatan 12 institusi yang tergabung dalam Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FPKS-SAD).

Melalui forum ini, diharapkan institusi-institusi yang tergabung saling berkolaborasi untuk kemandirian masyarakat SAD. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada SAD dirancang untuk memenuhi tiga kebutuhan dasar SAD, yaitu ruang penghidupan, pemukiman dan akses layanan pendidikan maupun kesehatan.

Baca juga: Menyorot kiprah Kodam II/Sriwijaya memberdayakan Suku Anak Dalam

Sementara itu Staf Ahli Bupati Sarolangun Bidang SDM Chalidi, menyatakan di Kecamatan Air Hitam yang merupakan lokasi tempat tinggal SAD sampai saat ini belum ada kasus positif COVID-19.

Menurut dia, penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tetapi juga bagi ekonomi masyarakat oleh karena itu menyampaikan pencegahan untuk memutus penyebaran virus COVID-19 yang memang sangat diperlukan.

Baca juga: Perusahaan sawit bantu jaga ketahanan pangan Orang Rimba
Baca juga: Program PHE berdayakan Suku Anak Dalam raih penghargaan internasional

 

Pewarta : Subagyo
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar